Karangan Khas

Angela Cropper 1945-2012: CIFOR mengenang seorang tokoh kehutanan

Berpulangnya Angela Cropper merupakan sebuah kehilangan besar komunitas global. Cropper meninggalkan kita karya-karya besarnya.
Bagikan
0
Angela Cropper adalah salah seorang tokoh dalam bidang kehutanan. Foto: CIFOR
Angela Cropper adalah salah seorang tokoh dalam bidang kehutanan. Foto: CIFOR

Paling popular

BOGOR, Indonesia (19 November, 2012)_Angela Cropper, salah satu ahli kebijakan lingkungan hidup yang terkemuka dan mantan ketua Dewan Pengawas CIFOR, berpulang pada tanggal 12 November, 2012. Beliau berusia 66 tahun.

Selama masa kerjanya di CIFOR, beliau orang yang memiliki visi mengenai peran penting yang dimainkan hutan dalam menangani berbagai tantangan seperti kemiskinan ekstrem dan perubahan iklim.

“Kepergian Angela meninggalkan rasa kehilangan mendalam,” ujar Peter Holmgren, Direktur Umum CIFOR.

“Warisan kecintaan dan komitmennya terhadap kehutanan akan berlanjut, melalui berbagai organisasi yang telah didukungnya, berbagai kebijakan dan pengetahuan yang telah dibantunya dalam pembuatannya dan orang-orang yang telah terinspirasi oleh beliau.”

Cropper adalah anggota Dewan Pengawas dari tahun 2000 sampai 2006, termasuk sebagai ketua dewan selama tiga tahun terakhir.

“Karyanya dalam mengembangkan dan menumbuhkan CIFOR, selama masa jabatannya dalam dewan hanyalah merupakan salah satu dari dampak positif yang diberikannya di bidang kehutanan internasional,” ujar Holmgren.

Mereka yang bekerja bersama Cropper di CIFOR mengingatnya sebagai seorang inovator yang pemberani dan penuh perhatian secara seimbang.

“Saya telah mengenal Angela selama bertahun-tahun. Beliau adalah orang yang paling lembut, cerdas dan berani.” ujar Hosny El-Lakany, ketua dewan pengawas CIFOR yang sekarang.

“CIFOR akan selalu berhutang budi kepada beliau.”

Mantan Direktur Jenderal CIFOR, David Kaimowitz, menggambarkan beliau sebagai “pribadi yang merupakan perkecualian dan ketua yang luar biasa.”

“Di antara banyak hal, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa beliau adalah orang yang mempunyai gagasan tentang  Tahun Hutan Internasional, ketika beliau berada dalam dewan CIFOR,” ujarnya.

Cropper mengawasi dewan ketika CIFOR merayakan hari jadi ke 10 pada tahun 2003 dan kepemimpinannya dengan  Kaimowitz membawa CIFOR untuk menerima penilaian yang sangat positif dalam Tinjauan Pengelolaan Program Eksternal CGIAR tahun 2006, termasuk disebutkannya secara khusus mengenai pengabdian dari Dewan Pengawas.

“Angela benar-benar tidak mengenal lelah dan tak pernah berhenti menginspirasi kami semua yang ada dalam Dewan,” ujar Christine Padoch, Direktur Program Hutan dan Mata Pencarian CIFOR yang menjadi Wakil Ketua Dewan ketika Cropper menjabat sebagai Ketua.

Cropper menjuarai penekanan dalam bekerja di Sub-Sahara Afrika, dalam isu-isu yang penting untuk perempuan, dan dalam masalah para penghuni hutan kering – penghuni yang menjadi sentral dalam pekerjaan CIFOR pada masa kini.

Andrew Bennet, yang menggantikan Cropper sebagai Ketua Dewan sampai 2010, menggambarkan beliau sebagai “sangat dihormati oleh semua orang yang bekerja dengannya. Beliau tulus, memperhatikan dan sangat berkomitmen terhadap isu keanekaragaman, baik sosial maupun ilmiah.”

Kesetaraan selalu merupakan inti dari pekerjaan Cropper dan beliau didorong oleh nilai-nilai yang kuat dalam keadilan sosial.

“Kebijakan kehutanan dapat memberi manfaat jauh lebih banyak kepada keluarga miskin, perempuan dan minoritas etnis bila suara kelompok-kelompok tersebut didengar dan para pembuat kebijakan memahami dampak dari berbagai tindakan mereka. Penelitian dapat memfasilitasi kedua hal tersebut,” tulisnya dalam kata pengantar Laporan Tahunan CIFOR tahun 2005.

Robert Nasi, Direktur Program Penelitian CGIAR untuk Hutan, Pohon dan Agroforestri, memiliki kenangan yang manis bekerja sama dengan Cropper di CIFOR.

“Beliau seorang yang luar biasa, dapat melibatkan diri dengan tulus dan jujur dengan persoalan siapa saja, apa pun status sosial atau pekerjaan mereka,” ujar Nasi.

“Beliau adalah satu dari sedikit orang yang mempunyai visi, melampaui minat atau budaya mereka sendiri, untuk dunia kita.”

Penulis utama dari laporan tahun 1999 ‘Our Forests…Our Future (Hutan Kita…Masa Depan Kita’ oleh Komisi Dunia untuk Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan, Cropper mengabdikan karya hidupnya untuk memperbaiki lingkungan hidup dan kebijakan kehutanan.

Dalam masa karirnya yang menjadi teladan itu, beliau memberikan kontribusi terhadap analisis kebijakan dan tata kelola tantangan lingkungan hidup seperti pengelolaan sumber daya, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim,  baik di wilayah Karibia maupun secara internasional.

Pada tahun 2007, beliau ditunjuk sebagai Asisten Sekretaris Jenderal dan Wakil Direktur Eksekutif dari United Nations Environment Programme (UNEP) oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon, suatu posisi yang diembannya sampai tahun 2011.

Pada tahun 2000, Cropper dan suaminya, John, mendirikan  The Cropper Foundation (Yayasan Cropper), sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya yang lebih baik.

Dalam sebuah pernyataan, Yayasan tersebut menulis bahwa berpulangnya Cropper merupakan “sebuah kehilangan besar bagi Trinidad dan Tobago, Karibia dan komunitas global.”

“Dalam sebuah karir yang terentang selama tiga puluh sembilan tahun, beliau memberikan dirinya terus-menerus dalam posisi kebijakan publik dan dalam layanan sukarela di bidang pendidikan, tata kelola dan lingkungan hidup,” demikian isi penyataan tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kehidupan  dan karya Cropper, kunjungi Yayasan Cropper

 

(Visited 517 times, 1 visits today)