Kolom DirJen

Hari Hutan – saatnya untuk melangkah maju

Hari Hutan telah menjadi satu kegiatan yang menentukan tentang hutan dan kehutanan internasional. Jadi, mengapa mengubah konsep juara?
Bagikan
0
Logo Forest Day 6. Eko Prianto/ CIFOR
Logo Forest Day 6. Eko Prianto/ CIFOR

Paling popular

Qatar - Pada tanggal  2 Desember 2012, saya akan mendapat kehormatan untuk membuka edisi keenam dari Hari Hutan di Konferensi Konferensi Para Pihak yang ke-18 dalam Konvensi Kerangka Kerja tentang Perubahan Iklim PBB (UNFCCC COP18) di Doha.  Peristiwa ini tidak diragukan lagi menjadi acara yang menginspirasi dan dihadiri banyak peserta tentang nasib dan masa depan hutan. Hari Hutan telah diselengarakan setiap tahun oleh CIFOR dan Kemitraan Bersama untuk Hutan sejak COP13 di Bali pada tahun 2007, bertepatan dengan perhatian tertinggi terhadap hutan yang pernah disaksikan oleh dunia. Belum pernah sebelumnya sedemikian banyak kepala negara terlibat dalam kehutanan dan kontribusi internasional sedemikian murah hati diperoleh sampai saat ini. Saya percaya kita dapat dengan aman mengatakan bahwa perhatian terhadap hutan telah meningkat selama setengah dekade lalu. Kami dapat merasa bangga bahwa Hari Hutan dan semua mitra yang berkontribusi telah memainkan peran yang berarti dalam hal ini.

Namun, Hari Hutan 6 akan menjadi yang terakhir yang diorganisir selama berlangsungnya UNFCCC COP. Misi untuk mencantumkan hutan dalam agenda perubahan iklim bisa dikatakan telah selesai. Misi untuk mengantarkan pertumbuhan yang berkelanjutan, cerdas iklim dan setara di sektor-sektor hijau baru saja dimulai. Untuk berhasil, kita memerlukan pendekatan menyeluruh dan kita perlu mengganti batas-batas sektor yang menghalangi pemandangan kita dan membatasi perangkat solusinya.  Oleh karenanya kita menantikan saat untuk terus membangun pengalaman Hari Hutan, menggabungkan kekuatan dengan kisaran mitra yang lebih luas dalam pertanian dan pembangunan pedesaan, dan mengadakan sebuah Hari Bentang Alam di UNFCCC COP tahun depan.

Ini bukanlah langkah yang mudah untuk dilakukan. Sejak Hari Hutan pertama, lebih dari 5.000 pemangku kepentingan hutan yang berasal dari lebih dari 100 negara telah menghadiri acara tersebut. Ini termasuk hampir 1.000 negosiator UNFCCC dan lebih dari 400 jurnalis. Lebih dari 300 pembicara telah mencakup seorang presiden, para menteri, para pemenang Hadiah Nobel, pemimpin penduduk asli dan ahli-ahli serta ilmuwan global. Lebih dari 100.000 lainnya telah berpartisipasi secara daring. Berbagai survei telah menunjukkan bahwa lebih dari 90% peserta menganggap Hari Hutan ‘sukses’ atau ‘sangat sukses’. Jelaslah, Hari Hutan telah menjadi salah satu acara yang menentukan tentang hutan dan kehutanan di cakrawala internasional. Jadi, mengapa mengubah konsep yang sudah menang?

Sedikitnya ada dua alasan yang baik yang ingin saya soroti.

Pertama, negosiasi perubahan iklim terus berlangsung. Tahun-tahun silam telah membawa pada keberhasilan kesepakatan mengenai REDD+, meskipun dalam konteks hasil yang kurang sukses pada tingkat yang lebih tinggi. Langkah demi langkah, berbagai kepingan REDD+ sedang dirumuskan dan disetujui. Harapan yang masuk akal di Doha tahun ini ialah bahwa teks mengenai sistem pemantauan hutan nasional dan pengukuran, pelaporan dan verifikasi (MRV) akan disimpulkan,dan bahwa isu-isu tentang pendorong akan bergerak maju.   Diskusi mengenai bagaimana mencakup banyak manfaat dalam persamaannya menarik dan menunjuk kepada konteks di mana REDD+ perlu diimplementasikan. Ketika REDD+ berlanjut dan berfokus lebih pada implementasi, kita melihat berkurangnya permintaan akan sebuah peristiwa tingkat tinggi yang berfokus pada hutanper se, dan bertambahknya permintaan akan kontribusi dalam cara-cara lain, khususnya melalui penelitian yang relevan dan terfokus.

Kedua, hal besar berikutnya di cakrawala UNFCCC adalah kesepakatan iklim baru yang akan ditempatkan pada tahun 2015. Untuk proses ini kita percaya adalah merupakan kunci untuk, sekali lagi, meningkatkan pentingnya sektor-sektor hijau dan memastikan bahwa sektor-sektor tersebut diperhatikan dengan baik dalam rencana kerja UNFCCC. Kita telah melihat perjuangan untuk membawa pertanian ke dalam negosiasi selama tahun-tahun terdahulu, dengan hasil yang sangat minim, kemungkinan karena perdebatannya telah didominasi oleh sudut pandang lingkungan hidup mengenai sumber daya alam. Kesepakatan Konvensi harus mempertimbangkan pengelolaan dan ekonomi dari sumber daya alam dengan lebih serius, bukan hanya karena sumber daya ini mengontribusikan proporsi emisi yang tinggi sekali, tetapi juga karena sektor-sektor hijau dan keamanan pangan jangka panjang akan menjadi yang paling terpengaruh oleh perubahan iklim dan karena pertanian dan kehutanan tetap menjadi kunci untuk mata pencaharian miliaran penduduk.  Kita percaya bahwa sebuah platform (anjungan) lansekap dapat membantu Konvensi untuk lebih berfokus pada isu-isu ini.

Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa sudah saatnya bagi kehutanan untuk keluar dari hutan. Beralih dari Hari Hutan ke sebuah Hari Bentang Alam merupakan contoh baik sekali mengenai apa yang harus terjadi. Tidak ada batas yang tajam antara hutan dan lansekapnya yang lebih luas. Tidak secara geografis, tidak secara ekonomi, dan bukan untuk pembangunan berkelanjutan.

Perkenankan saya untuk menyelesaikannya dengan memberikan apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras menjadikan Hari Hutan sebagai sebuah keberhasilan selama tahun-tahun lampau. Tidak diragukan lagi, kita akan mempunyai kesempatan untuk merayakannya di Doha minggu depan dan mendiskusikan tahap berikutnya, dengan lansekap sebagai fokus untuk kebaikan UNFCCC, tetapi juga meninjau pada bagaimana kita dapat terus mengembangkan konsep Hari Hutan di forum-forum lain.

(Visited 69 times, 3 visits today)