Video

Menjelajahi tampungan karbon terluas di dunia

Peneliti Sebastian Persch bertualang ke Taman Nasional Berbak di Sumatra untuk mengukur biomassa hutan. Ikuti perjalanannya melalui video.
Bagikan
0
Taman Nasional Berbak
Taman Nasional Berbak

Paling popular

Indonesia -  

JAMBI, Indonesia (17 Januari 2013)_Ia menggendong sebuah ransel hitam besar dan dengan hati-hati dikeluarkannya mikroskop video rhizotron mini, segulungan kabel, dan sebuah laptop. Setelah memasangkan semua peralatan tadi, ia mulai menjelajah ke dalam tanah gambut, yang menyimpan sebagian dari tampungan karbon terbesar di dunia.

Sebastian Persch, seorang mahasiswa tingkat doktoral dan peneliti pada Center for International Forestry Research (CIFOR), sebulan sekali menempuh perjalanan ke Taman Nasional  Berbak di Sumatra untuk mengukur biomassa di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah – pepohonan hidup dan mati, akar dan vegetasi yang berkontribusi terhadap stok karbon hutan.

Persch sedang berusaha untuk mengamati dengan kameranya, bagaimana perakaran vegetasi hutan yang sangat kecil hidup, tumbuh dan mati. Ia dapat menggunakan informasi ini untuk menghitung jumlah input karbon ke dalam tanah ketika perakaran itu mati.

Penelitian ini semuanya merupakan bagian dari pekerjaan CIFOR dalam . Emisi dari hutan membentuk hampir 12-18 persen dari emisi gas rumah kaca secara global.

Jauh di dalam hutan-sehari penuh perjalanan ke hulu dan ke hilir sungai-sungai dan melintasi laut-pipa-pipa plastik, Persch menembus tanah dan membuka jalan ke rawa gambut, memasuki suatu kawasan yang jarang dilihat oleh manusia.

Ia menunjukkan kepada kita tentang seluruh proses dan pekerjaan inti yang kita perlukan untuk memahami kaitan antara hutan dengan perubahan iklim.

(Visited 200 times, 1 visits today)
Topik :   Gambut dan Mangrove