Analisis

Kajian sistematis pertama saya: Bagaimana saya jatuh cinta

Seperti lari maraton – Anda bisa mencapai titik dimana Anda merasa bahwa Anda telah bekerja cukup walaupun belum mencapai akhir.
Bagikan
0

Paling popular

Di masa lalu saya benar-benar buta. Tentu saja saya akrab dengan kajian sistematis dan membaca panduan Kolaborasi untuk Bukti lingkungan, tetapi kenyataannya saya tidak siap untuk apa yang telah menunggu ketika saya ditugasi melakukan kajian sistematik pertama saya.

Jika Anda baru mengenal dunia pembuatan-kebijakan-berbasis-bukti, kajian sistematis bertujuan menyediakan kesimpulan lengkap dengan literatur relevan terhadap pertanyaan penelitian. Kajian ini berbeda dengan kajian normal literatur (“naratif”) sebab kajian ini lebih teliti dan mencoba untuk menggabungkan semua bukti yang mungkin ditampilkan: tidak hanya jurnal ilmiah, tetapi juga dari sumber informasi lain, seperti laporan, kertas kerja, disertasi doktor yang tidak sering didapatkan.

Gambar 1. Elemen utama kajian sistematis, diadaptasi dari Petrokofsky et al. 2011 dan direproduksi dengan ijin dari Asosiasi Kehutanan Persemakmuran.

Dan keindahannya: kajian ini adalah bukti nyata bukan sekadar kumpulan kertas acak – sebagus apapun itu. Sekarang saya mengantungi pengalaman proses kajian dari awal mengkhidmati naskah, saya kemudian jatuh cinta. Jadi jika Anda mau bergabung dalam kereta yang disebut kehutanan (atau konservasi/pembangunan) berbasis bukti, saya akan berbagi beberapa pelajaran dari pengalaman pertama saya.

Pelajaran 1: Pilih topik dan rekan kerja yang Anda cintai

Jika Anda punya keistimewaan ini, ambil saja, karena Anda akan bekerja keras! Pada awalnya saya tidak terlalu antusias mengenai topik kajian mengenai dampak kultivasi tanaman biofuel pada keragaman hayati, tetapi akhirnya antusiasme berkembang dalam diri saya. Terutama karena saya pikir hanya sedikit nilai tambah pada kajian kami. Betapa salahnya saya: walaupun opini berlimpah, hanya sedikit data empiris mengenai dampak tanaman biofuel tersedia.

Kajian sistematis ini seperti lari maraton – Anda bisa mencapai titik dimana Anda merasa bahwa Anda telah bekerja cukup walaupun belum mencapai akhir. Namun, tidak seperti maraton, Anda bisa menyeret rekan kerja dan seringkali mereka menjadi orang yang mendorong Anda. Saya cukup beruntung bekerja dengan orang yang peduli. Walaupun saya mengerjakan sebagian tugas sendiri, mereka sangat suportif sepanjang proses, dan menawarkan materi ilmiah berharga dan komentar praktis.

Pelajaran 2: Curahkan waktu untuk menyiapkan protokol dan pengujian istilah pencarian

Tentu saja ada hal-hal yang membuat hidup kita lebih mudah dalam proses kajian sistematis. Begitu pentingnya protokol kajian sistematis menjadi sulit diungkapkan dengan kata-kata. Protokol memetakan arah kajian Anda: Di dalamnya Anda menulis dimana Anda akan mencari informasi (sumber), bagaimana Anda menemukannya (kata pencarian), apa yang disimpulkan dalam kajian akhir (kriteria inklusi dan kualitas), bagaimana Anda menganalisas data dan mensintesis temuan.

Menguji kata pencarian menjadi sangat penting. Ketika saya mencoba kata pencarian, saya lebih khawatir secara tidak sengaja mengabaikan hal-hal tertentu hingga akhirnya saya memasukkan banyak materi tidak terkait – kami mulai dengan sekitar 10.000 artikel (bahkan hanya membaca judulnya saja sudah memakan waktu!) dan kemudian saya menguranginya menjadi 25 kajian akhir yang memenuhi semua kriteria inklusi dan kualitas. Di sini tautan ke protokol yang kami kembangkan untuk kajian sistematis.

Pelajaran 3: Lokakarya pemangku kepentingan adalah cara hebat menuju beragam tahapan kajian

Pada awal proses kajian, kami mendapati komentar mengenai protokol dari beragam pemangku kepentingan dan rekan kerja melalui komunikasi surat elektronik. Bagaimanapun, karena protokol itu sangat penting, meninjau ke belakang, kita seharusnya menggelar lokakarya pemangku kepentingan untuk lebih mengumpulkan masukan melalui tatap muka. Untuk dorongan terakhir  kami menggelar lokakarya penulisan dan memberi manfaat sangat besar, tidak hanya bagi kajian tetapi juga bagi saya secara pribadi, karena menemui orang baru dengan minat yang sama.

Pelajaran 4: Luangkan waktu menghubungi penulis untuk mendapatkan semua data yang Anda perlukan

Sekali Anda mulai menulis kajian Anda mungkin sesekali menemukan kelemahan penelitian kita bukan hanya pada data yang kita kumpulkan, tetapi juga pada disain eksperimen dan metode pelaksanaan riset kita. Jadi bersiaplah menghubungi penulis untuk mendapat kejelasan soal ini dan batas waktunya. Walaupun sebagian tidak menjawab, orang yang menjawab saya sangat suportif hingga membuat saya tersenyum.

Pelajaran 5: Bersiap menghadapi opini kuat dan bukti bertentangan dalam kajian Anda.

Satu hal terbaik mengenai kajian sistematik adalah membuat penilaian bukti dengan tenang dan ilmiah. Ini khususnya bermanfaat ketika pandangan sangat ditentang dan terdapat kecenderungan subjek penelitian memunculkan perasaan kuat—seperti dalam kajian kami. Hampir mirip dua kelompok dalam perang, satu sama lain yang hanya mengakui bukti yang mendukung pandangan mereka dan mengabaikan bukti dari “pihak lain”. Dalam kajian sistematis, bias seperti ini tidak boleh ada mengingat kajian mengambil semua bukti tersedia.

Pelajaran 6: Kajian sistematis sangat ideal untuk ilmuwan yang tidak bisa duduk atau di lapangan secara permanen atau temporer, tetapi cocok untuk siapapun yang ingin menjadi bagian arus utama ilmu berkualitas tinggi.

Dalam kasus saya, tuntutan (atau kenikmatan) tambahan mengasuh ini menjadi waktu ideal bagi saya untuk menyelesaikan kajian sistematik pertama saya. Banyaknya permintaan seringkali membuat sulit untuk memperpanjang waktu di lapangan, tetapi menulis kajian memungkinkan saya mempraktikkan ilmu pengetahuan pada saat saya dibutuhkan berada di kantor.

Akhirnya, ingatlah bahwa kajian sistematik bukan sekadar titik awal. Hal pentingnya adalah Anda mengelola informasi dan bagaimana menyebarkannya. Bagi tim kami hal ini berarti menulis catatan konsep untuk mendapatkan pendanaan untuk mengisi celah pengetahuan yang kami identifikasi dalam kajian. Jadi kerja berlanjut.

Terimakasih banyak pada Gill Petrokofsky untuk komentar berharganya pada blog ini.

Dr Sini Savilaakso adalah mitra pejabat profesional di CIFOR. Hubungi beliau di s.savilaakso@cgiar.org

Kehutanan Berbasis Bukti CIFOR adalah bagian dari Program Riset CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri dan didukung oleh Departemen Pembangunan Internasional Inggris. Untuk informasi lebih, silahkan kunjungi http://www.cifor.org/ebf atau hubungi CIFOR-EBFInitiative@cgiar.org 

(Visited 383 times, 1 visits today)