Wawancara

T&J: Temuan riset, pohon menyerap lebih banyak karbon ketika menua

Serapan karbon pohon tua dalam setahun setara dengan karbon yang diserap pohon ukuran sedang sepanjang usianya.
Bagikan
0
Studi baru ini membantu pemahaman dinamika tegakan tua-pertumbuhan pohon dan pohon-pohon besar di tegakan hutan, ujar Louis Verchot, direktur hutan dan penelitian lingkungan CIFOR. Foto: CIFOR / Aulia Erlangga
Studi baru ini membantu pemahaman dinamika tegakan tua-pertumbuhan pohon dan pohon-pohon besar di tegakan hutan, ujar Louis Verchot, direktur hutan dan penelitian lingkungan CIFOR. Foto: CIFOR / Aulia Erlangga

Paling popular

Bukan malah menurun akibat usia, pohon berkembang lebih cepat saat membesar, demikian ditunjukkan riset baru – yang artinya pepohonan tua menyerap lebih banyak karbon dari atmosfer, sebuah temuan yang berimplikasi pada manajemen hutan dengan tegakan pohon tua.

Studi tentang Kecepatan akumulasi karbon pohon meningkat sebanding dengan ukuran pohon, dipublikasikan awal bulan ini di jurnal Nature, menemukan bahwa sebuah pohon lebih tua, lingkar batang lebih besar dapat menyerap karbon dalam setahun setara dengan yang diserap dalam sepanjang usia sebuah pohon ukuran sedang. Sementara temuan laporan tampaknya kontra-intuitif, namun hal ini tidak sepenuhnya mengejutkan, ujar Louis Verchot, direktur riset hutan dan lingkungan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).

Dalam tanya jawab ini, Verchot – yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut – berbicara ringkas mengenai implikasi laporan dan pertanyaan lanjutan yang muncul.

T. Apa signifikansi temuan penelitian tersebut?

J. Penelitian ini membantu kita memahami dinamika tegakan pohon tua dan pohon besar dalam tegakan hutan. Kita sudah cukup lama tahu bahwa hutan tropis dan hutan reforestasi sedang menyerap sejumlah karbon. Kita juga tahu banyak hutan tropis tua terus menarik karbon dari atmosfer, dan ini jelas ditunjukkan dalam Eksperimen Skala Besar Biosfer-Atmosfer di Amazon pada awal 2000-an. Penelitian ini membantu menjelaskan beberapa pertanyaan mengenai mekanisme bagaimana ekosistem-ekosistem tersebut terus mengumpulkan karbon.

T. Mengapa kecepatan absorpsi karbon pohon lebih tua diremehkan di masa lalu?

J. Penelitian pada 1990-an telah menunjukkan bahwa pohon besar terus meningkatkan lingkaran batang dalam tegakan pohon tua. Penelitian memberi beberapa perspektif mengenai pertumbuhan relatif dalam tegakan dan membantu mengkuantifikasi apa makna pertumbuhan ini dalam terminologi biomassa relatif terhadap pohon lebih kecil dalam tegakan tersebut.

T. Apakah temuan penelitian ini mengejutkan? 

J. Saya tidak akan menyebut hasil ini mengejutkan. Seperti banyak penelitian ilmiah yang baik, penelitian ini memunculkan banyak pertanyaan daripada jawaban. Misalnya, penelitian ini didasari asumsi bahwa hubungan logaritma antara biomassa dan diameter terjaga dalam pohon sangat besar. Pohon-pohon jenis ini biasanya kurang terwakili ketika persamaan biomasa disusun, dan ini adalah contoh untuk persamaan itu digunakan di sini. Persamaan ini dibuat untuk menggambarkan kondisi “rata-rata” pada skala tegakan pohon. Aplikasi persamaan biomasa seperti itu pada pohon sangat besar dan rangkaian waktu seringkali tidak mendeteksi hal-hal seperti progresi akar atau penuaan dan kehilangan cabang besar, misalnya. Jadi, semoga penelitian ini akan memicu lebih banyak penelitian soal dinamika tegakan dan pentingnya pohon besar dalam hutan.

T. Apa artinya ini bagi model perubahan iklim?

J. Sebenarnya sangat kecil. Model seperti itu bekerja dalam skala jauh lebih besar dibanding pohon tunggal dan lebih banyak mempertimbangkan jaringan perubahan ekosistem karbon antara biosfer dan atmosfer. Penelitian ini memberitahu kita mengenai bagaimana perubahan ini terjadi, tetapi tidak mengubah asesmen kita mengenai besaran perubahan ini.

T. Apa implikasinya pada manajemen hutan? 

J. Terdapat beberapa penelitian baru-baru ini mengenai nilai pohon besar dalam proses ekosistem. Laporan ini menambahkan bukti dan saran bahwa simpanan karbon bisa menjadi penguat jasa lingkungan pohon-pohon besar. Jadi, penelitian ini seharusnya memperkuat bukti untuk memasukkan pertimbangan-pertimbangan ini dalam rencana manajemen hutan.

(Visited 272 times, 1 visits today)