Pidato

Negara dalam masa transisi, Myanmar ‘berkomitmen’ jalur berkelanjutan: Menteri

Semua mata sedang memperhatikan Myanmar, apakah negara ini mampu memelihara pertumbuhan tanpa mengorbankan lanskap kehutanan
Bagikan
0
Menteri Konservasi Lingkungan dan Kehutanan Myanmar U Win Tun menyampaikan pidatonyapada acara Forests Asia Summit 2014 di Hotel ShangriLa Jakarta, Indonesia, Senin 5 Mei 2014. (CIFOR)
Menteri Konservasi Lingkungan dan Kehutanan Myanmar U Win Tun menyampaikan pidatonyapada acara Forests Asia Summit 2014 di Hotel ShangriLa Jakarta, Indonesia, Senin 5 Mei 2014. (CIFOR)

Paling popular

Indonesia - Catatan Editor: Kunjungi forestasia.org untuk membaca berita terkini mengenai Pertemuan Puncak Forests Asia. Video dari semua presentasi dan pidato dari acara tersebut akan tersedia di sini.

Jakarta, Indonesia – Myanmar ‘berkomitmen penuh’ terhadap pertumbuhan hijau karena hal tsb dapat bertransisi mengarahkan menjadi negara yang lebih terbuka, pejabat lingkungan hidup negara tersebut menyatakannya awal bulan lalu.

Berbicara dalam Pertemuan Puncak Forests Asia di Jakarta, U Win Tun, Menteri Perserikatan untuk Konservasi Lingkungan dan Kehutanan, menyatakan bahwa pemerintah ‘telah berkomitmen penuh bagi mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan secara lestari’ mengingat negara ini sedang bertransformasi secara politik, ekonomi dan sosial setelah mengalami isolasi bertahun-tahun.

Semua mata sedang memperhatikan Myanmar untuk melihat apakah negara ini mampu memelihara pertumbuhannya dalam ekonomi liberal yang baru diusungnya tanpa mengorbankan lanskap kehutanan – sebuah jalan yang banyak dilakukan oleh negara tetangganya yang lebih berkembang dalam beberapa dekade ini.

Asia Tenggara merupakan garis depan perjuangan bagi keseimbangan kebutuhan atas meningkatnya populasi, perekonomian yang berkembang, dan perlindungan lingkungan. Menteri, masyarakat madani, akademis, sektor swasta, dan para pemuda dari tiap negara mengambil manfaat dari penyelenggaraan dua hari Pertemuan Puncak Forests Asia untuk mencari cara yang lebih baik dalam mengelola hutan dan lanskap dalam pergeseran menuju ‘ekonomi hijau’.

(Visited 245 times, 1 visits today)
Topik :   Bentang alam