Liputan Khusus

“Para Naga” mendesak kaum muda menyelesaikan masalah hutan & pertanian

Jangan merasa nyaman! Anda harus keluar sekarang. Para "naga" mengajak pemuda lebih radikal.
Bagikan
0
100 young people under 30 – along with 50 senior professionals – tackle key issues in forestry and brainstorm innovative ideas for integrated land use.
100 young people under 30 – along with 50 senior professionals – tackle key issues in forestry and brainstorm innovative ideas for integrated land use.

Paling popular

Peru - LIMA, Peru— Generasi muda di sektor kehutanan tidak ingin ditempatkan sebagai ‘masa depan’ melainkan dilibatkan dalam diskusi penting dan didengarkan di waktu ini, demikian pesan dari sebuah sesi pemuda di Forum Bentang Alam Global di Lima, Peru.

“Saya lelah mendengar generasi muda adalah harapan masa depan,” kata Florent Kaiser, mantan presiden Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Internasional, dalam pidato pembukaannya.

“Mengapa? Karena ini berarti bahwa grup ini masih di posisi marjinal. Kami terlibat di dalam proses pengambilan keputusan karena kaum muda itu ‘penuh warna’, generasi muda itu ‘dinamis.’

“Tetapi apa yang kita perlu butuhkan adalah kesungguhan dan kejujuran dilibatkan dalam pusat proses.”

Jangan merasa nyaman! Jika Anda merasa nyaman Anda harus pergi sekarang…

Pada sesi pemuda, 100 anak muda berusia di bawah 30 – bersama 50 profesional senior – terbagi dalam beberapa kelompok mendiskusikan masalah kunci kehutanan serta inovasi gagasan untuk pemanfaatan integrasi lahan.

Setiap kelompok membahas satu tema Forum Bentang Alam Global: integrasi pendekatan bentang alam; perubahan iklim; ekonomi hijau; dan pembangunan berkelanjutan.

Setiap anggota kelompok menempatkan gagasan pada sebuah ‘sarang naga’ terdiri dari pakar sains dan kebijakan untuk mendapat umpan balik kritis dan nasihat.

‘Para naga’ adalah Rachel Kyte dari Bank Dunia, Peter Holmgren CIFOR, Paola Agostini dari TerrAfrica, Andy Jarvis dari CCAFS dan CIAT, juru runding UNFCCC Brasil Guilherme do Prado Lima, dan Menteri Lingkungan Hidup Peru sekaligus penjabat Penghubung Pemuda COP20 Irene Hofmeijer Merkeli.

“Yang satu ini menarik. Saya akan melakukannya dalam COP,” kata Wakil Presiden Grup Bank Dunia Rachel Kyte pada kaum muda.

“Jangan merasa nyaman! Jika Anda merasa nyaman Anda harus keluar sekarang – Anda tidak berada pada tingkat yang tepat. Kita adalah naga!” katanya.

…gunakan kekuatan muda untuk melakukan hal berbeda …

Wen-Yu Weng memasukkan gagasan-gagasan online yang memungkinkan peminum kopi menjejak apakah biji kopi berasal dari rantai suplai berkelanjutan dan bertujuan meningkatkan penghidupan petani kecil.

Claudio Castro menyarankan bagi kaum muda akan menjadi mediator antara sektor pertanian dan lingkungan; dan Mona Betour El Zoghbi merekomendasikan kampanye advokasi global mengenai kontribusi pemuda desa pada pembangunan berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi.

Beatriz Zavariz mengusulkan untuk mengembangkan wahana lokal yang bisa membangun kapasitas dan mendistribusikan kekuasaan dan informasi mengenai masalah bentang alam – seperti proyek pertambangan – secara lebih berkeadilan di lapangan.

Respon para naga?

“Pemuda punya banyak yang ditawarkan – Anda perlu menggunakan kekuatan muda untuk melakukan hal yang berbeda – menggunakan seluruh kreativitas yang Anda miliki dan jangan takut,” kata Andy Jarvis, Pemimpin Program Riset Perubahan Iklim, Pertanian dan Keamanan Pangan CGIAR (CCAFS) menandai 1 program.

“Harus berani dan bergairah – jangan merasa sistem ini melawan Anda. Ekspresikan diri dan lakukan!” katanya.

Rachel Kyte mendesak pemuda dalam ruangan tersebut menjadi lebih radikal.

“Saya ingin melihat Anda memimpin organisasi, mengambil alih kekuasaan, menjalankan mayoralitas dan kantor pemerintah kota,” katanya.

“Pemerintah lokal adalah kaitan terlemah dalam banyak situasi. Tanya diri sendiri apa solusi paling radikal pada masalah tersebut.”

“Kami tidak punya waktu untuk menggigit ujung-ujungnya. Ini saatnya memaksakan percakapan karena jika tidak hal itu tidak akan terjadi – dan saya pikir Anda tidak punya waktu untuk menunggu.”

(Visited 213 times, 1 visits today)
Topik :   Bentang alam