Kolom DirJen

Pendekatan bentang alam memperkuat semua sektor

Kita telah terlalu lama terjebak dalam pengaturan prioritas sektoral. Sekarang kita mempunyai kesempatan untuk mengubah hal itu.
Bagikan
0
PH-GLF2014_bhs

Paling popular

Peru -

Berikut ini transkrip pidato Direktur Jenderal CIFOR, Peter Holmgren dalam Forum Bentang Alam Global yang dilaksanakan di kota Lima, Peru bulan Desember tahun lalu:

Betapa menakjubkan, minat terhadap serta kontribusi dari begitu banyak mitra forum ini. Kita benar-benar harus berpikir keras tentang ke mana kita menuju dari sini.

Saya akan memulai dengan mengatakan bahwa tahun ini kita benar-benar harus berfokus pada pertanyaan “bagaimana”. Tahun lalu kita banyak berpikir tentang pertanyaan “apa.” Apakah ini? Mengapa kita berada di sini? Mengapa kita harus mulai bekerja bersama?

Kita memahami bahwa hal tersebut adalah gagasan yang baik, tetapi kita sekarang perlu menggali lebih dalam dan memahami apakah bagaimana tersebut? Dan mengapa kita percaya terhadap pendekatan bentang alam pada tahap pertamanya? Saya pikir jawabannya ialah hanya karena kita semua sepakat — dan bila seseorang tidak mengacungkan tangannya — bahwa bentang alam yang sehat diperlukan guna menyampaikan hal ini kepada tantangan iklim, dan pada semua aspek pembangunan berkelanjutan.

Hal ini merupakan bongkahan yang cukup besar dari solusi yang sedang kita bicarakan, dan saya menantang Anda hari ini untuk berpikir besar. Pikirkan tentang gambaran besarnya di sini. Gambaran dari planet ini; keseluruhan bentang alamnya. Ini merupakan forum utama untuk memperdebatkan bagaimana kita dapat mencari berbagai solusi terpadu tersebut. Kita harus melihat peningkatan skalanya. Kita tidak boleh puas dengan studi kasus individual atau pendekatan sedikit demi sedikit. Dan saya menantang Anda untuk melakukan hal tersebut di forum tahun ini.

Juga, tentu saja, sebagaimana yang dikemukakan Rachel, ini mendesak. Kita harus bekerja cepat, dan kita harus bertekad untuk melangkah ke depan.

Kita telah terlalu lama terjebak dalam pengaturan prioritas sektoral. Sekarang kita mempunyai kesempatan untuk mengubah hal itu — di bidang-bidang kehutanan, pertanian, para petani kecil, sektor korporat (perusahaan) dan sektor keuangan. Banyak hal yang harus dilakukan.

Dari CIFOR, tentu saja, kita datang dari sudut pandang kehutanan. Kita memandang pada banyak kontribusi yang dapat dilakukan kehutanan sebagai suatu sektor di semua agenda ini. Kita telah selalu bekerja lintas sektor dan memandang hutan dalam konteksnya. Dan hal tersebut secara alamiah telah menuntun kita pada pemikiran bentang alam. Dan pokoknya di sini adalah bahwa bekerja bersama pada tingkat bentang alam memperkuat kehutanan. Kadang-kadang kita mendengar hal yang berlawanan dari para pengkritik, tetapi saya pikir bahwa kita semua harus menerima sudut pandang ini. Sektor apa pun yang kita wakili, suatu pendekatan lanskap memperkuat apa yang kita coba untuk mencapainya.

Bekerja bersama pada tingkat lanskap memperkuat kehutanan.

Saya harus mengajukan tiga butir pemikiran. Butir pertama berkaitan dengan hak asasi manusia dan keamanan. Kedua hal tersebut merupakan prasyarat untuk pendekatan bentang alam. Bentang alam pada prinsipnya adalah menegosiasikan berbagai prioritas, dan memahami berbagai tindakan terpadu. Tetapi tidak banyak artinya dalam menyarankan pendekatan semacam itu bila para pemangku kepentingan bentang alam masih memperjuangkan mati-matian hak mereka untuk memajukan hal ini.

Selanjutnya tentu saja kita menghadapi kesetaraan, masalah kesehatan, ketahanan pangan, dan jender, yang merupakan aspek-aspek yang melapisi ambisi bentang alam. Dan juga ada gambaran yang lebih besar pada sisi agenda.

Hal kedua, keuangan. Keuangan untuk penggunaan lahan berkelanjutan harus berevolusi. Banyak dari prioritas untuk bentang alam bergerak melampaui hasil ekonomi sedemikian rupa.  Tetapi jelas bahwa sektor keuangan harus meningkat bila kita bersungguh-sungguh tentang pendekatan bentang alam, dan bila kita bersungguh-sungguh tentang peningkatan skala. Dengan menyesal harus saya sampaikan bahwa Dana Iklim Hijau tidak akan mencapai apa yang diharapkan. Dana tersebut akan membantu, dana tersebut akan melaksanakan politik, tetapi itu tidak akan cukup.

Jelaslah bahwa sektor keuangan harus meningkat bila kita bersungguh-sungguh…

Kita harus menghubungkan dana modal besar dengan kebutuhan para produsen kecil untuk investasi dalam penggunaan lahan. Kita harus berbicara triliunan, bukan miliaran. Kita harus menyederhanakannya. Kita harus mempersiapkan jalan melalui berbagai indikator keberlanjutan cerdas, menurunkan biaya transaksi, dan meningkatkan manajemen risiko. Keuangan merupakan tantangan besar.

Sekarang pokok pikiran ketiga saya, yang merupakan pokok pikiran terakhir. Berbagi ilmu pengetahuan harus lebih baik. Dalam ilmu pengetahuan, kita memiliki banyak makalah terkait dengan pengelolaan bentang alam. Dan marilah kita hadapi hal tersebut-itu bukanlah konsep baru. Kita telah bekerja dengan bentang selama puluhan tahun, mungkin bahkan berabad-abad. Ada banyak pekerjaan yang sudah dilakukan di sini, dan tidak terdapat begitu banyak jalan untuk menyelesaikan masalahnya. Banyak keberhasilan telah dilaporkan, tetapi lagi-lagi, dalam cara yang sangat sedikit demi sedikit. Hal tersebut menjadikannya sukar untuk berpikir tentang peningkatan skala.

Di CIFOR, tahun ini kami telah mencari secara sistematis buktinya dalam kira-kira tiga belas ribu makalah, dan kami telah menemukan 47 kasus di mana pendekatan bentang alam diterapkan dalam praktik. Kami mengetahui bahwa masih lebih banyak lagi pendekatan yang telah dilakukan di luar sana, tetapi pengetahuannya tidak cukup dibagikan. Kita harus meningkatkan hal tersebut.

Jadi sebagai kesimpulan, ada kebutuhan untuk meningkatkan skala. Dan entah kita berbicara mengenai hak, keuangan atau penelitian untuk bentang alam, kita tidak boleh takut untuk berpikir besar-sangat besar. Terima kasih.

 

 

(Visited 80 times, 1 visits today)
Topik :   Bentang alam