Berita

Bersama menyusun puzzle investasi hijau

Investasi dalam penggunaan lahan berkelanjutan dapat memberi keuntungan menarik bagi investor skala besar. Investasi seperti apa?
Bagikan
0
Gambar utama dari puzzle investasi hijau tengah disesuaikan untuk membuat semua ujung kasar ini saling melengkapi.
Gambar utama dari puzzle investasi hijau tengah disesuaikan untuk membuat semua ujung kasar ini saling melengkapi.

Paling popular

LONDON, Inggris:  Potongan puzzle investasi bentang alam berkelanjutan memiliki tepi bergerigi, dan saat ini sedang berlangsung gerakan untuk membuat semua ujung kasar ini saling cocok satu sama lain.

Satu potongan berada dalam pengawasan langsung lahan hutan pertanian yang perlu uang untuk meningkatkan praktik dan membuat mereka lebih berkelanjutan, khususnya di negara berkembang tropis di mana pergeseran dari satu penggunaan lahan ke penggunaan lahan lain memiliki konsekuensi lingkungan serius.

Di sisi lain para investor global memegang potongan terpisah. Mungkin mereka tengah mencari orang yang ingin meminjam modal dengan pertukaran keuntungan.

Kemudian beragam lembaga finansial dan, makin banyak, lembaga publik, ingin berhubungan dengan potongan-potongan tersebut.

PELUANG TERSEDIA

Ahli keuangan, ilmuwan dan pengambil keputusan akan bertemu di London bulan depan dalam simposium investasi khusus Forum Bentang alam Global di mana mereka berharap menghasilkan gambar utama puzzle ini.

“Hipotesis kami bahwa investasi dalam penggunaan lahan berkelanjutan dapat memberi keuntungan menarik bagi investor skala besar,” kata Peter Holmgren, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), koordinator utama acara.

“Premisnya adalah bahwa ini adalah investasi rasional,” tambahnya.

Catatan Editors:

Jika petani dan pengguna hutan berinvestasi dalam praktik dan bisnis berkelanjutan, mereka bisa memperoleh pengetahuan teknis, meningkatkan produktivitas, dan akses ke pasar baru, oleh karena itu mengembangkan keuntungan, dan meningkatkan kondisi sosial di mana mereka tinggal.

Hipotesis kami adalah bahwa investasi dalam penggunaan lahan berkelanjutan bisa memberi keuntungan menarik bagi investor skala besar… premisnya adalah apakah investasi ini sehat 

Tetapi untuk masuk lingkaran ini, pertama sekali mereka perlu akses modal yang terjangkau guna mendanai sumber daya seperti peralatan, bibit dan pelatihan.

Banyak yang terlalu kecil untuk mengakses modal dari bank besar, dan pinjaman lokal yang ada seringkali terlalu mahal dan terbatas periode singkat.

Misalnya, petani yang mau meningkatkan varietas lebih hemat hanya bisa menemukan pinjaman yang menawarkan periode lebih singkat daripada siklus tanaman mereka.

Tetapi ada berita baik.

“Banyak bank komersial lokal dan lembaga pinjaman-mikro menjangkau petani kecil dan pengguna hutan bertahun-tahun, seringkali dengan dukungan investor global,” kata Mark Burrows, Direktur Pelaksana dan Wakil Ketua perbankan investasi global Credit Suisse.

Burrows mengakui bahwa jumlah dan kerumitan lembaga perantara hampir mirip dengan bank investasi besar. Titik awal yang baik untuk menyatukan mereka, katanya, adalah mengakui bahwa “banyak penyedia modal swasta memerlukan penilaian risiko dan keuntungan”.

BUJUKAN INVESTASI

Jadi bagaimana mendapat investor untuk mendanai bentang alam berkelanjutan?

Mark Burrows melihat banyak potensi dalam obligasi hijau – lembaga finansial meminjam modal dari pasar finansial dan berkomitmen melakukan investasi dalam proyek dengan manfaat lingkungan, termasuk penggunaan lahan berkelanjutan.

Saksikan video: Mark Burrows

“Obligasi hijau memungkinkan lembaga lokal meminjam dalam kurs lokal untuk periode lebih panjang dari akses normal mereka,” katanya.

Nilai global obligasi hijau ini kuat dan makin kuat.

Burrows menyatakan bahwa keuntungan bisa digunakan untuk komitmen keuangan berkelanjutan dalam industri sawit, misalnya – termasuk meningkatkan praktik petani kecil.

European Investment Bank (EIB) telah mengembangkan produk investasi canggih yang dirancang membagi risiko dan menyatukan postur keuangan dengan pencapaian keberlanjutan. Hal serupa juga dibuat Climate Fund bermitra dengan Althelia.

“Kini penggunaan lahan berkelanjutan menjadi alasan utama mendukung proyek REDD+,” kata  James Ranaivoson, penasihat manajerial transaksi terstruktur dan investasi pendanaan EIB. “Misalnya, sebuah proyek pertanian bisa menggabungkan konservasi hutan, yang datang sebagai komplemen atau pemicu untuk meluncurkan proyek.”

Upaya menggabungkan investasi menguntungkan dengan pencapaian lingkungan dan sosial tercermin dari sisi investor Althelia Climate Fund.

Badan Pembangunan Internasional AS sepakat menjamin harga saham minimum bagi investor dana “karena pendana tidak hanya tertarik kredit karbon, tetapi juga dalam pembangunan berkelanjutan lebih luas,” kata Ranaivoson.

PENDANAAN BENTANG ALAM, MASA DEPAN

Usulan instrumen lain adalah Dana Bentang alam, sebuah gagasan CIFOR dan Proyke Munden.

“Waktu jatuh tempo dan bunga rendah penting untuk memungkinkan praktik penggunaan lahan tumbuh. Dana ini diarahkan untuk memberi mereka keleluasaan ruang,” kata Lou Munden, pimpinan Proyek Munden. “Ini tidak akan mengembangkan pinjaman langsung pada produsen, tetapi pada aggregators yang akan memberi sejumlah besar pinjaman kepada produser di wilayah mereka.”

Tujuan pendanaan ini akan menyatukan jaringan para aggregator tersebut, terutama lembaga kredit desa dan organisasi produksi, dan membantu mereka menyediakan pinjaman untuk anggota.

Waktu jatuh tempo dan bunga rendah penting untuk memungkinkan praktik penggunaan lahan berkelanjutan tumbuh. Pendanaan ini ditujukan untuk memberi keleluasaan ruang

Pendukung dana bentang alam membuat verifikasi pencapaian keberlanjutan dalam rancangannya.

Produksi terverifikasi barang publik oleh peminjam — seperti kondisi lingkungan dan sosial lebih baik — akan mendorong pemerintah memberi dukungan lebih baik, seperti perlindungan melawan kegagalan, yang pada gilirannya menciptakan keunggulan kompetitif bagi petani yang terlibat dalam penggunaan lahan berkelanjutan.

“Praktik tidak berkelanjutan tidak akan memiliki keunggulan, karena mereka tidak dapat membuat alasan berterima dukungan publik,” kata Munden.

Tahap percontohan dana bentang alam akan memberi peluang untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai model jejaring pendanaan kepada petani kecil, kata Munden.

“Kita pasti mulai dengan fokus disproporsi pada peminjam skala kecil, karena mengintegrasikan mereka dalam pendanaan memerlukan lebih banyak waktu dan upaya. Kita juga mengevaluasi operasi komersial tertentu,” katanya.

Ketika dana bentang alam mencapai skalanya, Munden percaya ini akan menunjukkan nilai pada investor.

“Harapannya, itu berarti publik akan mampu mengurangi dukungan dari pedanaan tersebut sebagai investor swasta dan lebih nyaman dengan proposisi nilai,” katanya.

Diversifikasi pada pertanian kecil dan besar, kata Munden, akan melindungi skema dari spekulasi yang terjadi dalam investasi langsung skala besar menjadi paket pinjaman kecil – paling terkenal selama masalah pinjaman sub-prime mortgage.

Pemberi pinjaman lokal juga akan menjadi bagian pinjaman pada catatan mereka daripada sekadar bergantung pada investor luar dalam membiayani mereka, menambahkan lapisan proteksi lain.

Peter Holmgren meyakini bahwa percontohan dana bentang alam akan memunculkan “riset berbasis aksi” dalam rentang masalah di mana ilmuwan dapat memberi investor bukti.

“Kita perlu menunjukkan bahwa investasi memberi hasil berkelanjutan selain tambahan keuntungan finansial,” kata Holmgren.

Untuk mencapai verifikasi seperti itu, ilmu pengetahuan dapat memberi indikator untuk mengukur perubahan, dan metode mengaplikasikan mereka dalam skala lebih luas—khususnya ketika banyak petani kecil berada pada posisi ujung investasi.

“Jika Anda mencoba mengukur indikator pada semua pertanian di mana kredit disediakan, ini akan sangat mahal,” kata Holmgren. “Kita dapat menarik pengalaman dari inventarisasi kehutanan nasional menggunakan sampel untuk mengambil hasil agregat.”

CIFOR berencana membangun basis pengetahuan penggunaan lahan yang berkelanjutan dan menyediakan hasil finansial jangka panjang untuk menginformasikan baik pengguna lahan maupun investor, katanya.

Lembaga keuangan memerlukan data ini, dalam rangka mencocokkan investor ke proyek.

James Ranaivoson dari EIB menyatakan rentang instrumen finansial bank bisa dimasukkan dalam gerak “ketika ilmu menyatakan: ini jalan untuk melakukan dan mengukurnya”.

“Kita punya wahana penelitian kuat, tetapi masih perlu diinformasikan oleh penelitian primer dari yang lain,” kata Mark Burrows dari Credit Suisse. “Kredibilitas penelitian yang akan mendorong respon investor.”

Ketika semua potongan puzzle bertemu di London untuk Forum Bentang Alam Global, Peter Holmgren berharap akan ada dialog lebih permanen, dan akan muncul menjadi gambar lengkap yang dapat terus berkembang dan bergabung.

(Visited 125 times, 1 visits today)
Topik :   Bentang alam