Kolom DirJen

Rights (hak), returns (hasil) dan restoration (restorasi): 3R untuk bentang alam

Menghadapi latar muram kondisi lingkungan, bagaimana kita berharap pertemuan di London bisa membuat perbedaan?
Bagikan
0
CIFOR akan bergerak maju dengan solusi untuk peningkatan investasi pada bentang alam berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada kebutuhan petani di dunia.
CIFOR akan bergerak maju dengan solusi untuk peningkatan investasi pada bentang alam berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada kebutuhan petani di dunia.

Paling popular

 

Saat kita menelaah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan perjanjian iklim terbaru sebagai mekanisme untuk menjaga masa depan kita di bumi, jelas bahwa banyak ditemui tantangan berat bagi masyarakat di bentang alam desa di dunia – lokasi dimana harus dicari solusi pemecahan masalah.

Sebagai upaya menemukan pemecahan masalah, 200 mitra gabungan pemimpin sektor keuangan dan organisasi-organisasi pembangunan, akan bertemu di London, 10 Juni mendatang dalam Forum Bentang Alam Global: Belajar dari Kasus Investasi yang dikoordinasi bersama antara CIFOR, Bank Dunia dan UNEP.

Kami telah menyusun tugas-tugas bersama untuk maju dengan solusi guna memperluas investasi bentang alam berkelanjutan, dan memberikan dengan perhatian khusus bagi kebutuhan para petani kecil di dunia.

Ini bukan tugas mudah.

DUNIA TANTANGAN

Kami mempertimbangkan beberapa pokok pikiran yang menjadi landasan ambisi dan aspirasi sebagai berikut:

  • Kami mencoba menjamin kecukupan pangan, nutrisi dan berkelanjutan bagi laju pertumbuhan populasi.
  • Beberapa miliar penduduk, sebagian besar termasuk petani kecil atau yang terlibat dalam produksi rantai nilai, akan terus mendapat penghasilan dan kesejahteraan dari bentang alam.
  • Energi terbarukan desa, terbuat dari biomassa atau sumber lain-lain, penting untuk menjaga agar lampu tetap menyala dan ketel mendidih, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
  • Konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keragaman hayati terestrial adalah strategi mempertahanan penghidupan jangka panjang, yang jelas harus dilaksanakan dalam skala bentang alam desa.
  • Kebutuhan air bersih yang harus dipenuhi melalui tata kelola daerah aliran sungai dan irigasi.
  • Kita bergantung pada bentang alam untuk mitigasi perubahan iklim, meregulasi kondisi regional dan lokal, dan menjamin resiliensi pencaharian dan sistem pangan dengan variabilitas iklim.

Semua ini dan lainnya harus ditangani melalui bentang alam berkelanjutan, yang seharusnya berada di puncak agenda masa depan, bersama dengan peningkatan nutrisi dan kesehatan, kesetaraan peluang, dan tersebarnya kesejahteraan.

Dan penting sekali, topik-topik tersebut juga sangat interdependen.

Tidak ada yang benar-benar baru di sini.

Kita sudah berbicara pada tingkat politik tertinggi mengenai kelindan lingkungan dan agenda pembangunan selama 43 tahun terakhir, dan urgensi dalam menghadapi perubahan iklim dalam 21 tahun terakhir.

Meski selama beberapa dekade, kita juga menyadari akan meningkatnya populasi dunia, pemanfaatan sumber alam, pertumbuhan ekonomi, dan emisi gas rumah kaca.

Pada saat yang sama, kemiskinan, ketidakamanan pangan dan degradasi lingkungan berlanjut, tanpa menunjukkan tanda perbaikan pada kecepatan yang meyakinkan.

Menghadapi latar muram ini, bagaimana kita berharap pertemuan kita di London bisa membuat perbedaan?

MEMBALIKKAN TREN

Saya akan menyoroti tiga faktor yang secara bersama menggambarkan potensi pergeseran paradigma di mana kita bisa mulai berbicara tidak hanya memotong tren destruktif tetapi benar-benar membalikkannya.

Faktor pertama adalah rights atau hak. Adil untuk mengatakan bahwa hak masyarakat adat dan lokal harus diakui, sebagaimana digambarkan oleh, misalnya, Inisiatif Hak dan Sumberdaya (CIFOR menjadi mitra) dan juga oleh perhatian yang diberikan dalam negosiasi dan uji coba REDD+ dalam tahun-tahun terakhir.

“Hak” tentu saja meliputi medan luas, dan bisa termasuk akses berkeadilan pada modal dan pasar bagi pemangku kepentingan kurang beruntung. Menjaga masalah terkait hak tetap tinggi pada agenda adalah faktor sukses penting.

Para peserta Belajar dari Kasus Investasi akan mendiskusikan tenurial dan tata kelola dalam satu sesi – bagian penting dari agenda hak dan juga prioritas area penelitian CIFOR (lihat contohnya, di sini dan di sini).

Kedua, sektor keuangan swasta tampaknya menangkap isyarat bahwa returns atau keuntungan finansial dari bentang alam bisa benar-benar menawarkan cara menarik menghasilkan uang. Akhirnya, kita bisa bicara mengenai bisnis jangka pajang yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih tinggi daripada banyak alternatif investasi skala besar.

Sebagai tambahan, jika hasil keberlanjutan menjadi bagian campuran tersebut, konsumen bisa menawarkan dukungan mereka sebagai landasan etik, terhadap produk kurang berkelanjutan, dengan makin meningkatnya subjek seruan divestasi.

Tantangan utama hal ini terait dengan peningkatan dan manajemen risiko, dipercepat dengan tantangan menjaga penurunan biaya transaksi dan verifikasi.

Area ini — juga prioritas penelitian CIFOR  — adalah kepentingan utama peserta Belajar dari Kasus Investasi, yang akan dibahas dalam beberapa sesi.

Faktor ketiga adalah berkembangnya kepentingan restorasi. Hal ini merupakan target ekpresi lebih positif daripada yang terfokus mengurangi, menghentikan atau mengubah perilaku tak diinginkan, baik itu deforestasi, emisi gas rumah kaca dari penggunaan lahan, pelanggaran hak asasi atau hilang/terbuangnya makanan.

Kini, kita bicara mengenai investasi yang dirancang untuk menghasilkan manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi lebih dari bentang alam dan hutan.

Tampaknya dengan minat dan insentif yang ada dari setiap orang yang terlibat akan lebih mudah untuk dimobilisasi.

Beberapa inisiatif restorasi penting akan ditampilkan di acara minggu depan, dengan satu dari empat sesi solusi didedikasikan pada topik. Sekali lagi, area ini perlu penelitian besar, dimana CIFOR dan banyak mitra terlibat.

MERENGKUH SOLUSI

Jadi apakah meningkatkan investasi benar-benar jalan maju bagi bentang alam dunia? Dapatkah orang tidak berpendapat ini justru awal penyebab masalahnya, termasuk deforestasi, degradasi air dan tanah, marjinalisasi masyarakat miskin, korupsi, perdagangan ilegal, pencaplokan lahan, dan seterusnya?

Harusnya kah kita sangat berhati-hati sebelum kita melepaskan investor besar di pertanian dan kehutanan?

Tentu saja kehati-hatian diperlukan. Tetapi kita tidak harus membiarkan diri terjebak paradigma masa lalu, politik atau ideologi menghadapi tantangan krusial ini.

Kita makin mendengar bahwa sektor keuangan swasta harus terlibat dalam perjuangan menuju pembangunan berkelanjutan, untuk, sementara walaupun ingin, sektor publik tidak memiliki kekuatan finansial.

Melibatkan modal skala besar untuk menghasilkan keuntungan dengan cara besar melalui restorasi bentang alam dan menyediakan peluang bagi masyarakat desa akan menjadi tantangan berharga untuk dilakukan.

Dalam melakukan ini, jelas bagi saya bahwa penelitian dan pengembangan memiliki peran besar membuat paket “3R” berjalan benar.

Tetapi terlepas dari semua itu, item agenda pokok teratas harus mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi miliaran orang yang menjadi penjaga bentang alam kita—banyak di antara mereka seringkali paling tidak diuntungkan.

Jika mereka memiliki kesempatan lebih baik berinvestasi dalam pertanian keluarga mereka atau bisnis terkait, maka kita semua akan memiliki kesempatan lebih baik untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

(Visited 218 times, 1 visits today)
Topik :   Tenurial Bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan