Kolom DirJen

Kehutanan di era pembangunan baru

Pemahaman lebih luas tentang “kehutanan” dapat menjangkau lebih jauh dan memberi dampak lebih kuat.
Bagikan
0
"Kami membuka kotak kehutanan..." Bentang alam di desa Dintor, Nusa Tenggara Timur.
“Kami membuka kotak kehutanan…” Bentang alam di desa Dintor, Nusa Tenggara Timur. Aulia Erlangga/CIFOR

Paling popular

Dengan bangga CIFOR meluncurkan strategi terbaru, sebagai panduan riset kami hingga 2025. Dokumen ini merupakan hasil 18 bulan konsultasi dan diskusi, bersama dengan para staf CIFOR, para mitra dan banyak jejaring dalam merancang ulang peta jalan yang dapat memberikan dampak.

Dalam prosesnya, kami juga mendapat banyak pertimbangan mengenai apa yang kita maksud “kehutanan”.

Sepanjang perjalanan sejarah 22 tahun, CIFOR  secara konsisten menggunakan rentang pendekatan meluas dalam penelitian kehutanan. Kerja kami terorganisir mencakup domain seperti penghidupan, tata kelola, tata kelola hutan, dan perubahan iklim. Dalam merangkai strategi baru, kami berpijak dari tradisi ini dan memperkuatnya dengan menselaraskan struktur organisasi kami dalam pembangunan dan kerangka iklim global yang ditetapkan pada 2015.

Letak jantung strategi kami adalah visi: dunia lebih berkeadilan di mana kehutanan dan bentang alam mempertinggi kualitas lingkungan dan kesejahteraan untuk semua.

Kami percaya, menselaraskan kehutanan dengan seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) akan membantu meningkatkan kontribusi kehutanan terhadap agenda pembangunan dalam mendukung visi tersebut. Kami juga berpikir hal ini menciptakan cara mengkomunikasikan urgensi kehutanan pada audiens lebih luas, dan menjamin bahwa kehutanan, serta seluruh yang keterkaitannya, terus menyerap kepentingan publik dan politik.

Dengan kata lain, kami ingin meredefinisi “kehutanan” hingga bermakna “segala bentuk kontribusi untuk pembangunan berkelanjutan yang dapat dilakukan melalui hutan dan pohon”.

Sebagian mungkin memperdebatkan proposisi bahwa hutan dan pohon memberi manfaat besar dalam bentuk produk dan jasa hutan. Global atau lokal, bagi si miskin atau kaya, uang atau intangibel, semua itu manfaat yang kita petik.

Kami ingin meredefinisi “kehutanan” hingga bermakna “segala bentuk kontribusi untuk pembangunan berkelanjutan yang dapat dilakukan melalui hutan dan pohon”.

Peter Holmgren

Walaupun persepsi dan penghargaan terhadap produk dan jasa hutan sangat bervariasi.

Jika kita tanya, katakanlah, pada penduduk Eropa mengenai pandangannya saat ini, mereka mungkin berpendapat bahwa keberadaan hutan hampir seluruhnya adalah untuk kepentingan menjaga karbon dan kehidupan alam liar. Hal ini terkadang menjadi perspektif terlalu sederhana dan terbatas yang muncul terutama mewakili kepentingan melindungi alam.

Jika kemudian, kita bertanya pada mereka yang bergantung pada hutan di seluruh dunia, gambar lebih bernuansa muncul. Banyak produk dan jasa hutan memberi penghasilan secara langsung dan esensial serta menjadi penghidupan bagi lebih dari satu miliar orang.

Jika sekali lagi, jika kita mengarahkan pertanyaan pada perwakilan industri kehutanan, nilai pasar bubur kayu, kertas dan produk kayu adalah pertimbangan utama.

Oleh karena itu, kehutanan, adalah soal memahami seluruh rentang nilai tersebut, dan menemukan solusi efektif beragam manfaat, bagi beragam pemangku kepentingan dalam rentang waktu.

Dengan melakukan redefinisi, kehutanan akan memiliki jangkauan lebih luas, dan lebih besar peluang untuk memberi dampak manfaat.

Peter Holmgren

Proses desain pasca-agenda pembangunan 2015 dan SDG memungkinkan kami meningkatkan peluang memperkuat beragam peran kehutanan. Misalnya, selama negosiasi PBB, peneliti CIFOR Dr. Daju Resosudarmo diundang untuk memberi masukan pada negara-negara mengenai kontribusi esensial kehutanan bagi pembangunan berkelanjutan. Sepanjang perundingan PBB, CIFOR  terus memperkuat besarnya peran kehutanan yang dapat berkontribusi pada seluruh aspek pembangunan berkelanjutan.

Dalam strategi baru CIFOR, kami menselaraskan pendekatan kami dengan kerangka SDG. Strategi CIFOR 2016-2025 memaparkan secara eksplisit bagaimana kehutanan dapat keluar dari sudut sempit “lingkungan”, dan lingkup terbatas kerangka kerja tersebut, agar berkontribusi dalam pencapaian setiap 17 tujuan. Kami membuka kotak kehutanan dan berupaya membangun kolaborasi erat dengan sektor lain, bekerja dengan perspektif bentang alam, dan mengintegrasikan prioritas pembangunan utama ke dalam penelitian kami.

Jadi inilah kehutanan: Didefinisikan kembali untuk pembangunan berkelanjutan. Secara tegas terkait dengan sektor lain. Melibatkan semua orang.

Dan dengan redefinisi serta pemahaman lebih luas, kehutanan akan memiliki jangkauan lebih luas, dan peluang memberi dampak manfaat lebih besar.

(Visited 332 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Topik :   Bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan