Video

Integrasi strategi tata kelola perkuat daya saing kayu dan HHBK

Keterpaduan strategi pemasaran dan pengolahan kayu dan HHBK bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil.
Bagikan
0
Hasil riset diharapkan dapat membantu agenda pembangunan.
Hasil riset diharapkan dapat membantu agenda pembangunan. Aulia Erlangga/CIFOR

Paling popular

Indonesia - Situasi pengelolaan hutan Indonesia saat ini kurang mengandalkan hasil hutan non kayu atau HHBK sebagai salah satu komoditas unggulan di luar kayu. Secara ideal, sumber daya hasil hutan ini tidak lagi ditempatkan parsial, melainkan sebagai satu kesatuan, baik pada tingkat lahan petani dan tingkat bentang alam.

Hal ini sejalan dengan hasil pertemuan tahunan proyek penelitian Kanoppi yaitu Pengembangan Hasil Kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam Sistem Produksi dan Strategi Pemasaran yang Terpadu untuk Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Kehutanan di Indonesia, 14 Maret 2016 di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.

Proyek riset Kanoppi akan segera menghasilkan suatu kerangka besar strategi integrasi pengembangan produksi, pemasaran kayu dan hasil hutan bukan kayu. Diharapkan dengan strategi ini dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah membuat peta biru integrasi tata kelola kayu dan HHBK guna meningkatkan pendapatan petani kecil serta mengurangi laju kerusakan hutan.

 

(Visited 151 times, 1 visits today)
Informasi lebih lanjut tentang topik ini hubungi Ani Nawir di a.nawir@cgiar.org.
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Topik :   Bentang alam