Video T&J

Hari Hutan Internasional 2016: Program Riset CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri

Seri wawancara Direktur Jenderal CIFOR dan ICRAF: Episode 3.
Bagikan
0
Seorang petani membersihkan batang kayu manis di desa Lubuk Beringin, Jambi. Pepohonan di dalam hutan berkontribusi terhadap mata pencaharian penduduk di sekitar hutan.
Seorang petani membersihkan batang kayu manis di desa Lubuk Beringin, Jambi. Pepohonan di dalam hutan berkontribusi terhadap mata pencaharian penduduk di sekitar hutan. Tri Saputro/CIFOR

Paling popular

Untuk menandai peringatan Hari Hutan Internasional yang keempat, Peter Holmgren, Direktur Jenderal Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Tony Simons, Direktur Jenderal World Agroforestry Centre (ICRAF), akan tampil dalam serangkaian wawancara video dan membahas tentang tantangan dan peluang hutan di masa depan bagi bumi.

Pada bulan November 2012, Majelis Umum PBB menyatakan tanggal 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional. Peringatan ini menyediakan platform tahunan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan dan pepohonan termasuk beragam cara hutan dapat tetap menyediakan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup manusia.

Di bawah ini adalah transkrip episode terakhir dari 3 rangkaian spesial wawancara.

Segmen final ini membahas tentang Program Riset Hutan CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri (FTA), yang telah dimulai sejak tahun 2011 dan saat ini memasuki fase kedua di tahun 2017.

Program ini didukung oleh 6 pusat penelitian yaitu: CIFORICRAF,Bioversity International, the Tropical Agricultural Research and Higher Education Center (CATIE)the International Center for Tropical Agriculture (CIAT), dan Agricultural Research for Development (CIRAD)

Dengan lebih dari 230 peneliti yang bekerja di lebih dari 35 negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin, program FTA menanggapi kebutuhan mendesak dan memfokuskan penelitian yang kuat dan berkelanjutan bagi pengelolaan hutan dan pepohonan.

Pepohonan di kebun dan di hutan memainkan peran krusial dalam menghadapi beberapa tantangan yang paling penting dari waktu kita: mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, dan melindungi lingkungan kita. Pepohonan juga penting dalam mempertahankan jasa ekosistem seperti air bersih dan konservasi keanekaragaman hayati.

Percakapan dengan dua Direktur Jenderal di CGIAR
Bagian 3: Program Riset CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri (FTA)

CIFOR dan ICRAF merupakan dua dari 15 pusat penelitian CGIAR – satu-satunya kemitraan di dunia yang menangani penelitian bagi kemajuan pertanian dan bekerja berkontribusi terhadap upaya global untuk mengatasi kemiskinan, kelaparan dan degradasi lingkungan.

Adinda Hasan, Komunikasi Spesialis untuk Asia, CIFOR

Mengapa CGIAR merasa perlu adanya kebutuhan untuk fokus pada sumber daya alam di tahun 1980-an?

Tony Simons, Direktur Jenderal, World Agroforestry Center (ICRAF)

CGIAR sangat sukses sejak berdirinya pada tahun 1971 menyusul pertemuan Bellagio mengenai kebutuhan untuk meningkatkan produksi pangan dunia. Kami melihat melalui Revolusi Hijau banyak penekanan pada varietas dan peningkatan sistem tanam, tapi itu bukanlah solusi penuh. Ada banyak Tarik-menarik terjadi di modal alam.

Jadi kami mencatat pendapatan dari peningkatan produksi sereal, tapi tidak terhadap biaya negatif terhadap lingkungan. Dan itu mengapa hal itu sangat penting untuk membawa dimensi lingkungan dan jasa ekosistem. Mungkin kemenangan terbesar bagi dunia adalah pembentukan CIFOR pada tahun 1993 untuk membantu memperkuat CGIAR.

Peter Holmgren, Direktur Jenderal CIFOR

Kita hidup dalam masa transisi. Pada tahun 1970-an, produksi pangan merupakan agenda utama CGIAR. Semenjak itu, kami melihat adanya perkembangan di arena politik, pengembangan tujuan di semua tingkatan. Kami melihat lebih banyak aspek sosial dan lingkungan di berbagai tingkatan, sama halnya dengan pembangunan berkelanjutan

Adinda Hasan:

Jadi pusat penelitian yang Anda berdua pimpin memegang peran kunci di dalam program riset Pepohonan, Hutan dan Agroforestri. Saat ini Anda baru saja menyelesaikan tahap pertama. Bagaimana proses yang terjadi? Bisakah Anda ceritakan  tantangan utama dan prestasi penting yang telah dihasilkan?

Peter Holmgren:

Pada tahun ini merupakan tahun terakhir dari tahap pertama. Kami berharap hasil akhirnya akan segera diketahui, dan CIFOR dan ICRAF merupakan kontributor terbesar bagi program riset Hutan, Pepohonan dan Agroforestri ini.

Kami sekarang akan memulai tahap kedua. Kami tengah mengerjakan perencanaan. Tahap baru program riset Hutan, Pepohonan dan Agroforestri akan dimulai pada tahun 2017. Kami akan menambah mitra baru. Kami akan mengembangkan penelitian kami, agenda, termasuk tujuan ke depan. Kami akan merampingkan dan terfokus pada teori kami tentang perubahan dan perbedaan-perbedaan di sepanjang garis yang sudah kami bahas di sini hari ini. Ini benar-benar merupakan suatu kemitraan. Ini benar-benar tentang kepentingan multi pihak di seluruh dunia untuk berinvestasi di dalam program riset ini.

Tony Simons:

Ini adalah program menarik karena sudah beroperasi selama enam tahun. Dan kami telah mencapai lebih sebagai dua pusat penelitian yang bekerja sama, mungkin lebih besar daripada dekade sebelumnya.

Yang telah membawa kegembiraan untuk para ilmuwan; hal ini membawa realitas operasional di lapangan. Itu tentang lokasi riset tambahan, desain tambahan, investasi tambahan dan atribusi tambahan termasuk pengakuan akan hasil-hasil dari riset tersebut. Untuk apa dilakukan? Untuk mempercepat dampak lingkungan ditempat-tempat kami bekerja.

Peter Holmgren:

Seperti yang saya lihat, dan saya tahu bahwa kami berbagi pandangan, pengembangan kapasitas penelitian dan keterlibatan terintegrasi di dalam pembangunan serta upaya-upaya kami. CIFOR membayangkan sebuah dunia yang lebih adil di mana hutan dan pepohonan berkontribusi pada mata pencaharian, bagi kesejahteraan dan lingkungan yang berkelanjutan bagi semuanya.

Tony Simons:

Fokus besar di tahap kedua akan memanfaatkan keuntungan yang telah kami hasilkan pada riset jender. Program Riset Hutan, Pepohonan dan Agroforestri memiliki salah satu tidak hanya strategi jender yang paling progresif, tetapi rencana aksi gender. Hal itu menguntungkan juga untuk melihat tingginya tingkat atribusi anggaran terhadap peningkatan peran jender ke dalam program-program kami.

Ketika Anda mengajukan pertanyaan, “Apakah kami optimis ‘? Saya pikir Peter dan saya banyak berbagi harapan, sukacita dan peluang untuk meningkatkan profil hutan dan pepohonan dalam rangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dalam rangka Perjanjian Iklim Paris dan juga program riset baru CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri. Sebab kedua penelitian utama dan pengembangan organisasi-organisasi pada hutan dan pohon – jika kami tidak bisa melakukannya, tidak ada orang lain yang mampu melakukannya.

Video ini merupakan episode terakhir dari seri video wawancara memperingati Hari Hutan Internasional 2016.

(Visited 231 times, 2 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Topik :   Pertanian ramah hutan Bentang alam