Empat atribut utama penentu kualitas riset lintasdisiplin

Prinsip dan kriteria apa yang sesuai untuk mendefinisikan dan menilai kualitas penelitian lintasdisiplin?
Bagikan
0
Mengukur kedalaman lahan gambut dengan geo-radar, Tumbang Nusa, Palangkaraya.  Riset dilakukan dengan harapan mencapai 'dampak" yang lebih besar.
Mengukur kedalaman lahan gambut dengan geo-radar, Tumbang Nusa, Palangkaraya. Riset dilakukan dengan harapan mencapai ‘dampak” yang lebih besar. Aulia Erlangga/CIFOR

Paling popular

Penelitian kontemporer bidang sosial dan lingkungan memberi tekanan kuat terhadap pencapaian ‘dampak’. Berbagai program proyek riset dirancang untuk menghasilkan pengetahuan baru dan terfokus pada mempromosikan dan memfasilitasi penggunaan pengetahuan yang memungkinkan perubahan, memecahkan masalah dan mendukung inovasi.

Sebagian besar penelitian yang dilakukan oleh CIFOR dalam proyek riset Hutan, Pohon dan Agroforestri (FTA) juga menggunakan pendekatan ini. Masalah sosial, lingkungan dan ekonomi yang kita hadapi saat ini adalah kompleks dan multi-dimensi dan beroperasi pada berbagai skala. Faktor-faktor ini juga biasanya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan perspektif dan kepentingan yang berbeda.

Keberhasilan mengatasi berbagai masalah membutuhkan kombinasi dari pengetahuan baru serta inovasi, disertai tindakan dan pelibatan. Karenanya, penelitian yang kami lakukan cenderung menyeberangi garis disiplin (disebut sebagai “penelitian interdisipliner”) dan melibatkan pemangku kepentingan dan aktor lainnya dalam proses penelitian (disebut sebagai “penelitian transdisiplin”).

Karena batas-batas antara disiplin saling bersilangan, definisi-definisi akademi tradisional, kriteria dan ukuran kualitas penelitian tidak lagi mencukupi. Unsur-unsur ini bahkan dapat menghambat atau menghalangi kerja yang efektif. Misalnya, ulasan tentang aplikasi hibah atau kiriman artikel jurnal yang mengandalkan terutama pada kriteria kualitas penelitian akademis tradisional, mungkin mengabaikan atau meremehkan – memperkirakan nilai proyek lintasdisiplin atau yang mencakup pentingnya pelibatan, peningkatan kapasitas atau menerjemahkan komponen pengetahuan.

Demikian juga, para peneliti dan manajer penelitian memerlukan panduan kesesuaian kriteria desain dan pelaksanaan lintas proyek- dan lintas program – termasuk lintasdisiplin.

Seiring bertumbuhnya pendekatan riset, kami juga membutuhkan evolusi paralel prinsip-prinsip dan kriteria yang kami gunakan untuk membuat definisi dan melakukan evaluasi kualitas penelitian.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan ini, tim peneliti CIFOR dan Universitas Royal Roads melakukan tinjauan sistematis literatur – sebagai bagian program CIFOR tentang Evidence-Based Forestry Initiative atau Inisiatif Hutan Berbasis Bukti. Kami melakukan proyek ini dengan pertanyaan kunci: “Prinsip dan kriteria apa yang sesuai untuk mendefinisikan dan menilai kualitas penelitian lintasdisiplin?”

Studi ini memberikan gambaran terhadap literatur yang relevan termasuk merangkum aspek-aspek utama identifikasi kualitas. Empat prinsip utama disatukan: relevansi (termasuk makna sosial dan penerapan); kredibilitas (termasuk kriteria integrasi dan refleksivitas menambahkan kriteria tradisional kekuatan ilmiah); legitimasi (termasuk kriteria inklusi dan representasi wajar kepentingan multipihak); dan efektivitas (dengan kriteria yang menilai kontribusi aktual atau potensial untuk pemecahan masalah dan perubahan sosial).

Kami mengorganisir kriteria utama ke dalam empat prinsip-prinsip ini dan kemudian mengembangkan kerangka penilaian kualitas penelitian yang dapat digunakan oleh para peneliti, supervisor, manajer penelitian dan evaluator penelitian untuk membimbing dan menilai desain penelitian dan implementasi. Semua ini dilakukan dengan harapan mencapai ‘dampak” yang lebih besar.

(Visited 155 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.