Kolom DirJen

Penelitian Hutan, Pohon dan Agroforestri melangkah maju satu tahap

Apa saja yang diperlukan untuk pelaksanaan tahap 2 program FTA periode 2017-2022 ?
Bagikan
0
Petani memanen getah damar, salah satu hasil hutan non kayu.
Petani memanen getah damar, salah satu hasil hutan non kayu. https://www.flickr.com/photos/cifor/18947715203/in/album-72157655621209186/

Paling popular

Dalam dunia yang oleh sebagian orang disebut sebagai masyarakat ‘pasca-kebenaran’, sangat disayangkan peran produk ilmu pengetahuan seringkali  dipertanyakan dalam politik saat ini. Perdebatan menyeruak di tengah langkanya investasi dana publik dalam karya akademis: Benarkan penelitian menjadi jalan efektif dalam memberi kemanfaatan di dunia nyata? Adakah jalan lebih bernilai untuk mencapai tujuan politik?

Di saat seperti ini, kita perlu berdiri membela ilmu pengetahuan dan penelitian, serta dampak penting yang dapat – dan harus – diberikan dalam jangka pendek dan panjang. Terlalu banyak yang dipertaruhkan dalam oportunisme politik kontemporer. Dalam latar suram ini, dengan bangga saya menyampaikan kondisi terkini penelitian penting CIFOR dan para mitranya.

Program Penelitian Hutan, Pohon dan Agroforestri (FTA) CGIAR merupakan program penelitian internasional terbesar di bidangnya. Pada 2015, lebih dari 200 peneliti FTA menghasilkan lebih dari 600 publikasi FTA, dan sebanyak 80% dapat diakses secara terbuka. Lebih dari 50.000 orang dilatih. Masyarakat luas dijangkau melalui berbagai program kegiatan, situs-web dan media sosial. Sejak 2011, FTA menghasilkan penelitian dan menciptakan perbedaan bagi bentang alam, penghidupan dan tata kelola di seluruh wilayah.

FTA bekerja dalam rentang lebar sistem berbasis pohon dan bentang alam wilayah tropis – dari agroforestri skala kecil hingga perlindungan dan pemanfaatan hutan hujan tersisa secara berkelanjutan, misalnya:

Itu semua hanyalah sebagian area kerja FTA, ketika penelitian memberi dampak pada penghidupan yang paling rentan dan tidak diuntungkan.

Program Penelitian Hutan, Pohon dan Agroforestri CGIAR (FTA) merupakan program penelitian internasional terbesar di bidangnya.  Pada tahun 2015, lebih dari 200 peneliti FTA menghasilkan 600 publikasi FTA, dan sebanyak 80% publikasi tersebut dapat diakses secara terbuka.

 Peter Holmgren

Kami berkewajiban mengembalikan investasi publik dalam bentuk laporan program yang didanai terutama dari anggaran pembangunan internasional. Estimasi dampak nyata FTA sejauh ini meliputi:

  • Sekitar 1,2 juta ha deforestasi terhindarkan dan 1 juta ha degradasi dapat dicegah;
  • Lebih dari 20 juta ha hutan di Afrika dan Amerika Latin dikelola lebih baik;
  • Definisi legal agroforesti di Peru berubah, dan secara positif mempengaruhi 2 juta orang dan 4,5 juta ha Amazon Peru; dan
  • Di Sahel, hasil panen tanaman pangan meningkat 15-30 persen, dan penghasilan petani meningkat (?) 200$ per tahun.

Pencapaian ini tidak mungkin terjadi tanpa kemitraan kokoh di antara organisasi penelitian kehutanan terkemuka.

Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) memimpin program dalam kemitraan bersama Pusat Penelitian Pertanian untuk Pembangunan (CIRAD), Keragaman Hayati InternasionalPusat Penelitian Pertanian Tropis, Pusat Penelitian Pendidikan Tinggi (Centro Agronómico Tropical de Investigación y Enseñanza, CATIE), Pusat Penelitian Pertanian Tropis Internasional (CIAT) dan Pusat Penelitian Agroforestri Dunia (ICRAF). Pada tahap berikut, Tropenbos International serta Jaringan Bambu dan Rotan Internasional (INBAR) akan bergabung.

Tidak kalah penting, banyak donor mendukung kerja kami.

Lalu, ke mana tujuan berikut?

Kini kami bersiap untuk memasuki FTA tahap 2 periode 2017-2022. Dewan Penyantun CGIAR telah memasukkan program enam tahun FTA dalam portofolio CGIAR yaitu pada program penting keamanan pangan, tata kelola sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini berarti bahwa mitra dan donor meyakini FTA akan terus menghasilkan penelitian yang sangat relevan. Anggaran kami sekitar 80 juta dolar AS per tahun, dan akan dimanfaatkan agar FTA terus memberi dampak lebih baik bagi penghidupan dan bentang alam seluruh dunia.

Mulai 2017, FTA akan memiliki lima proyek unggulan:

  1. Sumber daya genetik pohon dalam rangka menjembatani celah produksi dan mendorong resiliensi;
  2. Meningkatkan kontribusi pohon dan hutan bagi penghidupan petani;
  3. Rantai nilai dan investasiglobal berkelanjutan untuk mendukung konservasi hutan dan kesetaraan pembangunan;
  4. Dinamika bentang alam, produktivitas dan resiliensi; serta
  5. Peluang mitigasi dan adaptasi hutan, pohon dan agroforestri terhadap perubahan iklim.

Program tersebut dipandu tiga hipotesis besar:

Hipotesis tata kelola: Pengaturan tata kelola publik, swasta dan kelembagaan perlu ditransformasi dan diselaraskan dalam menciptakan lingkungan yang diperlukan agar sistem hutan, pohon dan agroforestri dapat berkontribusi sepenuhnya untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Hipotesis penghidupan: Terdapat lingkup investasi untuk mendorong peningkatan berarti bagi penghasilan, keamanan pangan dan nutrisi, serta resiliensi bagi sedikitnya 100 juta orang dalam menghadapi perubahan iklim. Hal ini mencakup akses lebih inklusif dan setara-jender, penyempurnaan tata kelola dan pemanfaatan lebih baik sistem hutan, pohon dan agroforestri.

Hipotesis timbal-balik: Memaksimalkan manfaat dalam keberagaman pemangku kepentingan pada tingkat pertanian hingga global membutuhkan pemahaman dan tata kelola timbal-balik aktif antara produksi pangan, serat, energi, air dan jasa lingkungan lain, regulasi iklim dan pemeliharaan keberagamaan hutan dan pohon dalam bentang alam.

Nah, kini kita siap menghadapi tantangan FTA tahap berikutnya!

Pada kesempatan ini, saya ingin memperkenalkan Direktur baru kami, Dr. Vincent Gitz, yang akan bergabung dalam FTA dan CIFOR pada November 2016. Vincent membawa pengalaman mendalamnya bersama Komite Keamanan Pangan Dunia. Di organisasi tersebut ia mengkoordinasikan Panel  Tingkat Tinggi Para Pakar Keamanan Pangan dan Nutrisi — pengalaman yang sangat relevan untuk memimpin rumitnya koordinasi dalam FTA. Ia menggantikan Dr. Robert Nasi, yang memimpin FTA sejak kelahirannya dan kini memimpin seluruh penelitian CIFOR.

Program Hutan, Pohon dan Agroforestri terlaksana berkat kesungguhan tim peneliti dan profesional, serta berbagai mitra pendana yang mempercayakan sumber daya mereka pada kami. Sejalan  langkah memasuki FTA tahap berikutnya, pandangan kami terfokus pada langkah maju pembangunan berkelanjutan dalam bentang alam dunia.

(Visited 155 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Topik :   Deforestasi Pertanian ramah hutan Bentang alam