Berita

Pemerintah Jerman fasilitasi pendirian Forum Bentang Alam Global di Bonn

Fase baru dalam meningkatkan penelitian dan menghubungkan hasilnya pada masyarakat di lapangan telah dimulai.
Bagikan
0
Jochen Flasbarth, Sekretari Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Keamanan Bangunan dan Nuklir Pemerintah Jerman, saat berbicara pada Forum Bentang Alam Global 2016 di Marrakesh.
Jochen Flasbarth, Sekretari Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Keamanan Bangunan dan Nuklir Pemerintah Jerman, saat berbicara pada Forum Bentang Alam Global 2016 di Marrakesh.

Paling popular

Dalam Forum Bentang Alam Global (GLF) di Marrakesh, Maroko 16 November lalu, Pemerintah Federal Jerman mengumumkan memfasilitasi sekretariat GLF mulai 2017 hingga 2020 di Bonn, kota pusat kemanusiaan Jerman. Pengumuman tersebut disampaikan di depan 5.500 partisipan, baik yang ada di Marrakesh maupun daring, serta jutaan pengguna media sosial lain.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kerjasama Ekonomi Jerman bekerjasama memfasilitasi GLF di Bonn empat tahun ke depan. Pertemuan aksi global akan terkonsentrasi di Bonn untuk pertama kalinya pada tahun 2017.

Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) akan tetap menjadi mitra utama sebagai ujung tombak ilmu pengetahuan, bersama dengan para Mitra Kerjasama: Program Lingkungan PBB, Bank Dunia, Pusat Penelitian Pertanian Tropis Internasional (CIAT), Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) dan Credit Suisse.

GLF akan berkontribusi memberi gagasan baru dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan menjawab tantangan perubahan iklim.

GLF akan terus berkembang sebagai wahana berbasis aksi yang menempatkan penelitian ilmiah sebagai garis depan dan memungkinkan para pakar, pemerintah, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, sektor swasta dan lainnya menghubungkan solusi dan tantangan untuk mendapatkan hasil.

GLF telah menjadi wahana bagi janji pemerintah dan korporasi untuk merestorasi 148 juta hektare lahan terdegradasi di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Ditargetkan angka tersebut naik menjadi 400 juta hektare pada 2020.

Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Dr. Barbara Hendricks berkomentar mengenai Forum: “Sejak didirikan pada 2013, Forum Bentang Alam Global memimpin perlindungan bentang alam dunia yang terancam. Organisasi ini menghubungkan pertarungan melawan perubahan iklim dengan agenda pembangunan berkelanjutan secara berimbang dan berorientasi hasil. Hal ini dengan baik merefleksikan pendekatan pembangunan Jerman; selaras pula bahwa kota Bonn secara strategis merupakan kota yang memposisikan diri sebagai pusat organisasi kerjasama pembangunan. Kami berharap bisa bekerjasama dengan GLF dalam empat tahun ke depan.”

Terima kasih kami untk pemerintah Jerman yang telah membuat GLF bisa melakukan langkah besar ke depan.  GLF unik karena menyatukan tokoh adat dan pemimpin nasional, petani dan pemodal, LSM dan perusahaan besar untuk bertukar pandangan secara terbuka dan saling belajar di bawah satu atap. Popularitas pendekatan ini terus  berkembang di dunia dan kantor baru kami di Bonn akan memberi dorongan signifikan. Mungkin terdengar ambisius, tetapi kami ingin pesan bentang alam menjangkau satu miliar orang alam beberapa tahun ke depan.

Peter Holmgren, Direktur Jenderal CIFOR

Peter Holmgren, Direktur Jenderal CIFOR menyambut pengumuman dan dukungan Jerman pada Forum Bentang Alam Global di Marrakesh tersebut. “Terima kasih kami pada pemerintah Jerman yang telah membuat GLF melakukan langkah besar ke depan. GLF unik karena menyatukan tokoh adat dan pemimpin nasional,  petani dan pemodal, LSM dan perusahaan besar untuk bertukar pandangan secara terbuka dan saling belajar di bawah satu atap. Poplaritas pendekatan ini terus berkembang di dunia, dan kantor baru di Bonn akan menjadi dorongan signifikan. Mungkin terdengar ambisius, tetapi kami ingin pesan bentang alam menjangkau satu miliar orang dalam beberapa tahun ke depan.”

Informasi lebih lengkap tentang inisiasi Sekretariat Forum Bentang Alam Global tersedia di laman GLF.

(Visited 41 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Topik :   Bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan