Peraturan baru memaksa perusahaan kayu mengubah praktek bisnis

Foto oleh Murdani Usman untuk CIFOR

BEIJING, Cina (24 Januari, 2012)_ Peraturan baru yang melarang penjualan kayu ilegal di negara-negara konsumen akan memaksa perusahaan kayu untuk mengubah praktek bisnis mereka dan menjadi salah satu dari pendekatan dua sisi untuk memastikan pasokan produk kayu akan terus tersedia di masa mendatang.

Regulasi baru yang akan diberlakukan di Uni Eropa tahun depan menuntut perusahaan kayu untuk memverifikasi legalitas kayu mulai dari di mana kayu dipanen,kata Chen Hin Keong, Kepala Program Perdagangan Kayu Global di TRAFFIC. Walaupun dampak peraturan tersebut terhadap penebangan liar belum jelas, telah ada “perkembangan di pasar global: industri ingin mempelajari regulasi tersebut,” kata Chen.

Peraturan Uni Eropa tersebut hadir setelah Amerika Serikat pada tahun 2008 memasukkan kayu ke dalam peraturan yang disebut Lacey Act, yang melarang penjualan tumbuhan dan satwa ilegal di negara tersebut. Uni Eropa dan Amerika adalah salah satu pasar terbesar bagi produk kayu dari negara produsen dan pengolah di Asia Pasifik, seperti Cina, Vietnam dan Indonesia.

TRAFFIC, sebuah organisasi pemantau perdagangan satwa dan tanaman liar termasuk kayu, membantu menyediakan perangkat bagi perusahaan kecil, menengah dan industri kayu untuk mengkaji legalitas kayu dan memenuhi persyaratan baru untuk memverifikasi seluruh proses, dokumen dan ijin produk mereka.

“Dengan menggunakan kerangka legalitas tersebut, anda dapat mengajukan pertanyaan yang benar pada pemasok sekaligus mengetahui jawaban yang benar itu seperti apa,” jelas Chen.

Penekanan perdagangan kayu akan beralih dari legalitas ke isu keberlanjutan setelah peraturan ini cukup dipahami dan dilaksanakan, khususnya dengan meningkatnya kesadaran konsumen dan naiknya permintaan akan produk-produk yang dipanen secara lestari. “Dalam 10 tahun mendatang, akan ada lebih banyak mekanisme untuk menutup celah-celah yang masih ada sekarang yang memungkinkan perdagangan kayu ilegal dan penebangan liar.”

Di bawah ini adalah suntingan transkrip wawancara dengan Chen.

T: Apakah dampak peraturan-peraturan baru di industry kayu ini?

J: Peraturan-peraturan baru ini, khususnya Lacey di Amerika dan regulasi kayu Uni Eropa, akan berdampak pada perdagangan kayu dari Asia Pasifik dan wilayah lainnya karena Amerika dan Uni Eropa merupakan pasar yang sangat penting, tidak hanya bagi negara produsen, namun juga pengolah seperti Vietnam dan Cina yang mengubah kayu mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti mebel.

Dampak yang paling penting adalah mereka mensyaratkan adanya bukti legalitas. Perusahaan tidak dapat meneruskan praktik bisnis sebelumnya, ketika mereka membeli produk dan berharap produk tersebut legal. Sekarang mereka harus mengikuti proses dan memiliki verifikasi legalitas agar tidak melanggar hukum. Mereka harus berupaya lebih keras, bukan business-as-usual.

Chen Hin Keong, Ketua Program Perdagangan Kayu Global di TRAFFIC. Foto milik Sekretariat AFP.

T: Bagaimana reaksi produsen mengenai hal ini?

J: Di kalangan industri, tentu saja banyak yang menggerutu karena mereka merasa sekarang lebih banyak yang harus dikerjakan untuk mendapatkan bukti legalitas. (Hal ini membutuhkan) bukan saja waktu tambahan staf, tetapi juga sumber daya lain. Mereka mungkin memerlukan dukungan teknis dari ahli untuk memahami aturan perdagangan kayu dan sektor kehutanan. Hal ini tentu menambah biaya.

Di sisi pemerintah, mereka memandang peraturan ini bisa menjadi sebentuk tekanan bagi rakyatnya dalam berbisnis, karena belum banyak negara yang memberlakukan undang-undang seperti ini. Namun kita mesti ingat bahwa peraturan ini juga berlaku bagi warga negara Uni Eropa dan Amerika. Dari sudut pandang ini, regulasi ini bukanlah hambatan (perdagangan), karena warganya sendiri harus mematuhinya.

T: Pembeli mengatakan bahwa tidak akan ada harga premium bagi kayu legal. Mengapa demikian?

J: Pasar tidak akan membayar premium karena semua perusahaan sudah seharusnya berurusan dengan produk legal. Anda harus mematuhi hukum yang berlaku. Yang dituntut pasar sekarang adalah bahwa anda harus memverifikasi dan membuktikan bahwa produk kayu anda didapatkan dengan cara dan dari sumber yang legal. Bagi pembeli, pemasok wajib memenuhi persyaratan hukum di negara tempatnya beroperasi, sehingga tidak ada alasan untuk membayar premium.

Pada kenyataannya, mungkin akan ada premium, karena ini tergantung pada pasokan dan permintaan. Jika tidak (ada) banyak perusahaan yang dapat memasok kayu legal terverifikasi, maka sangat mungkin ada persaingan untuk mendapatkan produk-produk kayu tersebut dan harga bisa naik. Ini tergantung pada pasar, pembeli dan jenis produk apa yang mereka cari.

T: Seberapa efektif peraturan-peraturan ini dalam mencegah penebangan liar?

J: Karena regulasi Uni Eropa ini belum diberlakukan, kita belum tahu apa dampaknya terhadap penebangan liar. Namun sudah ada beberapa perkembangan menarik di pasar dunia: industri ingin mempelajari regulasi tersebut; mereka ingin dan melihat dampaknya terhadap kegiatan operasional dan seterusnya. Jadi sebenarnya telah ada dampak. Kita akan tahu lebih jauh setelah undang-undang tersebut diberlakukan.

Lacey di Amerika telah diberlakukan sejak tahun 2008, sehingga sudah ada upaya terpadu untuk pengembangan kapasitas dan program penyadaran. TRAFFIC juga telah terlibat. Saya telah mengunjungi 5 negara untuk memberikan pelatihan tentang Lacey dan regulasi Uni Eropa, kepada sekitar 1000 orang. Sayangnya, saat ini hanya ada sedikit sekali kasus pelanggaran Lacey sehingga kita tidak tahu seberapa efektif peraturan ini dalam memastikan bahwa semakin banyak rantai pasokan yang legal.

T: Apakah regulasi ini justru mendorong penyelundupan atau penjualan ke negara-negara yang tidak mensyaratkan bukti legalitas?

J: Saya rasa tidak akan terjadi reaksi demikian. Negara-negara maju – dalam hal ini Amerika dan Uni Eropa – adalah pasar yang sangat penting bagi produk-produk kayu. Kebanyakan negara lain hanyalah pasar yang kecil, jadi tidak ada banyak pilihan pasar. Anda dapat mencoba membangun pasar di luar Uni Eropa dan Amerika, tetapi anda hanya dapat membangun sedikit. Perusahaan individu mungkin akan melakukan diversifikasi penjualan, tetapi sektor ini secara keseluruhan akan sulit melakukan hal yang sama.

T: Menurut anda apa yang akan terjadi dengan perdagangan kayu dalam 10 tahun ke depan?

J: Sudah ada banyak tekanan terhadap perusahaan dan pemerintah untuk memastikan pasokan kayu legal dan berkelanjutan. Penekanannya sekarang adalah legalitas, namun hal itu akan beralih ke keberlanjutan. Dalam 10 tahun mendatang, akan ada lebih banyak mekanisme untuk menutup celah-celah yang masih ada sekarang yang memungkinkan terjadinya perdagangan kayu ilegal dan penebangan liar. Kesadaran konsumen dan permintaan akan produk-produk legal dan produk-produk yang dipanen secara berkelanjutan kemungkinan besar akan meningkat. Pendekatannya akan tetap dari dua sisi: mengubah pola pikir masyarakat dan melalui penegakan hukum dan undang-undang.

Tren menuju isu keberlanjutan juga akan terjadi di banyak negara-negara produsen kayu karena pemerintah dan masyarakatnya akan ingin memastikan bahwa sumber dayanya dilestarikan bukan hanya untuk kayu tetapi juga untuk tujuan lain: rekreasi, air, perlindungan tanah dan sebagainya. Semua ini akan diutamakan karena semakin sedikitnya lahan yang tersedia dengan meningkatnya populasi manusia dan wilayah hutan yang semakin menyusut. Pemerintah negara-negara tersebut akan ingin mempertahankan hutan yang masih mereka miliki, sehingga akan terjadi pergeseran dan produksi kayu akan berasal dari perkebunan. Apakah ini akan terjadi dalam kurun 10 tahun mendatang atau lebih lama, saya tidak tahu.

Diterjemahkan dan diedit oleh Nita Murjani dan Leony Aurora