Berita

“Proyek infrastruktur di Amazon dan Rio+20 akan menjadi berita utama kehutanan di Amerika Latin tahun 2012”, kata para pemimpin media

Krisis global menimbulkan keserakahan banyak negara, terutama negara-negara Eropa, untuk menjadikan Amerika Latin sebagai titik investasi.
Bagikan
0
Amazon, Brazil. Photo by Neil Palmer/CIAT
Amazon, Brazil. Photo by Neil Palmer/CIAT

Paling popular

Brazil - LIMA, Peru (28 Januari, 2012)_Dampak beberapa proyek infrastruktur besar di hutan hujan tropis Amazon dan hasil perundingan tentang bumi Rio+20 akan menjadi topik berita lingkungan dan kehutanan terbesar di Amerika Latin sepanjang 2012, kata jurnalis lingkungan terkemuka kepada CIFOR Forests Blog.

“Cerita utama akan terkait perkembangan pesat proyek infrastruktur di lembah Amazon dan dampaknya terhadap hutan dan masyarakat hutan,” kata Barbara Fraser, jurnalis independen yang hasil karyanya telah dipublikasikan oleh EcoAmericas, The Daily Climate, The Lancet, dan Environmental Science & Technology dan beberapa publikasi lainnya.

“Sebagian besar proyek-proyek tersebut – yang mencakup jalan layang, bendungan, kanal, jalur kereta api dan pipa saluran – bukanlah hal baru namun beberapa diantaranya, seperti bendungan di Brazil dan jalan layang kontroversial karena melalui Taman Nasional Isiboro Secure di Bolivia akan segera dilaksanakan baru-baru ini,” jelasnya.

Perdebatan seputar investasi dan proyek infrastruktur besar-besaran yang direncanakan untuk Amazon pada tahun 2012 pasti akan menjadi bagian luas dalam berita tentang hutan tahun 2012 di wilayah ini, kata Yana Marull, kepala agen berita AFP yang berkedudukan di Brasilia.

Namun, bagi Miguel Angel Torres dan Talli Nauman, kodirektur dari Journalism to Raise Environmental Awareness (PECE dalam Bahasa Spanyol), resistensi masyarakat akan menjadi sudut pemberitaan yang mendominasi karena “perusahaan-perusahan transnasional dengan proyek-proyek besar akan terus mengambil alih kendali atas sumber daya alam”.

“Pada (tahun 2011) kita melihat protes, terutama dari masyarakat pedalaman dan masyarakat adat di Bolivia, Brazil dan Peru. Ada bukti dilema yang terjadi antara perlindungan lingkungan dan pembangunan wilayah yang merupakan rumah bagi jutaan penduduk, termasuk kelompok masyarakat pedalaman,” tambah Marull.

Rio+20 akan mendapat tempat khusus tahun ini, kata Myriam Carmen Pinto (Gritografiasenred.org), jurnalis, konsultan, editor dan anggota dari Environmental Communication Network for Latin America and the Caribbean (REDCALC).

“Ini merupakan kesempatan dan tantangan baru untuk terus mengupayakan (mencapai) pembangunan berkelanjutan yang didasarkan pada keadilan dan kesetaraan,” kata Pinto tentang Rio+20: Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro dari tanggal 20-22 Juni tahun ini. Ini sekaligus menjadi peringatan 20 tahun Perundingan tentang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Janeiro tahun 1992, dan peringatan 10 tahun Perundingan tentang Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg tahun 2002.

“Saya rasa Rio+20 akan menjadi topik utama pemberitaan media di Amerika Latin,” kata Antonio Carlos Teixeira, editor TerraGaia – Comunicação, Ambiente, Sustentabilidade, yang berkedudukan di Rio de Janeiro.

“Bukan hanya karena perundingan ini akan berlangsung di benua ini, namun juga karena adanya harapan akan partisipasi Brazil yang lebih efektif dalam gerakan sosial dan lingkungan dari negara-negara tetangganya di Amerika Latin. Tanggung jawab warga Brazil sangat besar…semua keputusan negara ini akan mempengaruhi bangsa-bangsa di benua ini, khususnya tentang isu-isu seperti rantai produksi berkelanjutan (ekonomi hijau), melawan kemiskinan, memperketat penegakan hukum terhadap para penebang hutan, pelaksanaan investasi REDD dan keberlanjutan dari kota-kota mereka”.

Fraser setuju bahwa REDD dan skema perimbangan karbon akan tetap menjadi topik utama dalam daftar pemberitaan media pada tahun 2012. “Saya harap akan ada perhatian lebih pada seberapa besar program-program tersebut akan benar-benar memberi manfaat pada masyarakat lokal dan cara terbaik untuk menstruktur program-program guna memastikan manfaat tersebut benar-benar tercapai dan didistribusikan. Posisi organisasi-organisasi masyarakat adat pada proyek-proyek ini bermacam-macam, penting juga untuk mencermati kebutuhan dan kekawatiran mereka.”

“Pertanyaan sesungguhnya tetap saja: apakah skema-skema ini benar-benar menjadi perimbangan emisi karbon di bagian bumi yang jauh, dan sampai seberapa besar?’ tanyanya. Bagi Nauman dan Torres, “Rio+20 menggabungkan banyak keprihatinan akan masalah lingkungan, termasuk rencana dalam negosiasi Kyoto, seperti REDD++”, yang menurut mereka kontroversial dan kurang disambut baik oleh banyak masyarakat yang memiliki hutan, dikarenakan skema pembiayaannya yang tidak jelas.

Pengembangan minyak dan gas juga akan menjadi sorotan media kata Rhett Butler, pendiri dan editor Mongabay, salah satu situs berita sains lingkungan dan konservasi paling populer di dunia.

“…khususnya mengenai cadangan yang sangat potensial di luar Rio. Tumpahan minyak Chevron telah menjadikan resiko lingkungan sebagai pusat perhatian… performa ekonomi global membutuhkan perhatian. Jika harga komoditas tetap tinggi, mereka akan terus mendorong perluasan industri berbasis pertanian, pengembangan energi, dan pertambangan di Amazon dan wilayah-wilayah lain,” katanya.

“Krisis global menimbulkan keserakahan banyak negara, terutama negara-negara Eropa, untuk menjadikan Amerika Latin sebagai titik investasi,” kata Luis Alberto Gallegos (radioclima.org), jurnalis dan konsultan lingkungan, yang memprediksi bahwa investasi infrastruktur energi akan menarik pemberitaan media di wilayah tersebut. Jajaran investasi yang dapat mencapai wilayah ini dapat berupa sektor energi yang berarti meningkatnya persaingan di pasar modal, meningkatnya permintaan akan kendali warga atas emisi dan juga konflik-konflik lingkungan lainnya, jelasnya.

Investasi pada energy alternatif juga akan menjadi topik penting tahun ini, kata Teixeira.

“kekawatiran pemerintah negara-negara Amerika Latin akan dampak perubahan iklim terhadap ekonomi masyarakat di wilayah tersebut dan konsekuensi gas-gas rumah kaca di atmosfir dan ekosistem telah mendorong pelaksanaan proyek-proyek investasi, program dan penelitian di bidang energi-energi alternatif seperti tenaga angin, sinar matahari, panas bumi, serta gelombang dan pasang.”

Di luar Rio+20, proyek-proyek energi dan infrastruktur, hutan Amerika Latin menawarkan banyak sudut pemberitaan bagi media lingkungan tahun ini. “Harapan saya akan lebih banyak pemberitaan terkait penelitian ilmiah tentang hutan Amazon. Jika dibanding banyaknya pemberitaan mengenai Amazon, kita tetap belum banyak mengetahui mengenai ekosistem di wilayah tersebut, responnya terhadap perubahan iklim dan sebaliknya pengaruhnya terhadap iklim. Dan seiring dengan hilangnya hutan, kita kehilangan kesempatan untuk mengetahuinya,” kata Fraser.

Namun tampaknya wilayah Amazon, terutama Brazil, akan memimpin pemberitaan kehutanan untuk Amerika Latin, seperti digambarkan oleh Butler: “antara Rio+20, Belo Monte, dan suara akhir terkait revisi Kode Hutan, hal ini menjanjikan tahun akbar tentang hutan bagi Brazil”.

(Visited 144 times, 1 visits today)