Berbagi masalah di bumi tempat kita tinggal

Pakta Masyarakat Adat Asia menyerukan tanggung jawab bersama ‘menjaga Ibu Bumi’.
Bagikan
0
Praktik tradisional peladangan berpindah menjaga ketahanan pangan dan konservasi keanekaragaman hayati termasuk kelestarian hutan, pendapat seorang aktivis. Jonathan Guyot/Forum Bentang Alam Global

Bacaan terkait

Mereka yang menyebabkan “masalah karbon” global sepatutnya memikul tanggung jawab lebih besar menemukan solusi, pendapat dari seorang aktivis.

“Ini soal pembagian tanggung jawab, tapi yang menyebabkan hal ini terjadi seharusnya menanggung beban lebih berat,” ucap Joan Carling, Sekretaris Jenderal Pakta Masyarakat Adat Asia dalam sebuah wawancara di sela-sela Forum Bentang Alam Global 2015.

“Dan kita semua sudah seharusnya dipandu oleh suatu pemikiran kerangka kerja keberlanjutan bahwa kita semua bertanggung jawab menjaga Ibu Bumi.”

Lebih lanjut tentang kerangka kerja keberlanjutan, Joan merujuk kembali pada praktik-praktik tradisional pengelolaan lahan bersama, sebagai salah satu contoh tata guna pemanfaatan lahan skala luas.

Lihat wawancara lengkap di sini.

(Visited 93 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org
Topik :   Restorasi
Lebih lanjut Restorasi
Lihat semua