Karangan Khas

Pilihan Redaksi: Karangan Khas Terbaik 2016

Redaksi Kabar Hutan menyajikan lima terbaik karangan khas tahun 2016.
Bagikan
0
Yoseph Taklale, masyarakat Soe Mutis yang mempraktekkan pemanenan tradisional madu. Dia memegang urophylla Eucalyptus, sumber makanan bagi lebah. https://www.flickr.com/photos/cifor/30387652516/in/album-72157674223647550/

Bacaan terkait

2016 adalah tahun yang menyenangkan bagi Kabar Hutan, dengan tampilan desain terbaru menonjolkan visual gambar, foto dan video dalam bentuk esai dan peta interaktif.

Topik yang dibahas di tahun 2016 menarik secara keseluruhan, mulai dari panen madu hutan di Timor Barat hingga keadaan terkini lahan basah dunia. Hal ini menggambarkan luasnya sektor kehutanan termasuk besarnya eksplorasi dampak terhadap kesejahteraan manusia, ekuitas dan lingkungan.

Di bawah ini adalah karangan khas terbaik tahun 2016, berdasarkan banyaknya artikel yang dibaca oleh pembaca Kabar Hutan.

Mempelajari Penyebab Deforestasi di Kalimantan

Analisis citra satelit selama empat dekade – menjungkirbalikkan asumsi mengenai peran perkebunan tanaman industri terkait menurunnya luas hutan di Kalimantan.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di dalam Scientific Reports, Sheil dan para ilmuwan menelisik lebih dari 400 citra satelit Landsat pulau Kalimantan antara tahun 1973 hingga tahun 2015 untuk menyusuri jejak deforestasi dan degradasi hutan seiring terjadinya perluasan perkebunan. Dampak kekeringan dan kebakaran terkait El Nino juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan.

Tradisi Panen Madu Hutan Masyarakat Olin-Fobia

Setiap tahun, penjaga tradisional Cagar Alam Gunung Mutis di pulau Timor Barat, melakukan perjalanan kembali ke tanah leluhur mereka untuk ritual budaya penting – panen madu hutan.

Panen madu tahunan ini tidak hanya penting untuk keberlanjutan tradisi leluhur, namun sekaligus membuktikan, kearifan lokal merupakan kontributor penting bagi keberlangsungan harmoni sosial, mata pencaharian dan pelestarian cagar alam.

Hal ini juga merupakan sebuah kisah sukses untuk tata kelola bentang alam berbasis masyarakat dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi untuk konservasi hutan selaras dengan kebijakan nasional.

Hidup Berdampingan dengan Asap Beracun

Dalam artikel ini kita sejenak melangkah mundur dari ilmu pengetahuan tingkat tinggi untuk mengangkat realitas keseharian api dan asap. Dalam kisah foto ini, kami menjalin kata-kata dari lapangan – Kalimantan Tengah dan timur Riau – melalui foto yang diambil saat puncak krisis kebakaran lahan gambut  2015 untuk memberi gambaran realitas keseharian – mereka yang langsung mengalami krisis lingkungan.

Peta Lahan Basah Dunia

Mengetahui di mana karbon disimpan membantu mengidentifikasi area mana untuk dikonservasi dan diperbaiki agar karbon tersimpan secara maksimal di dalam tanah, dibanding harus lepas ke atmosfer.

Peta Lahan Basah Dunia memetakkan sebaran lahan basah, histosol – atau lahan bergambut – dan stok karbonnya di seluruh dunia. Para pengunjung dapat secara bebas mengakses data melalui peta daring atau mengunduhnya. Sementara pengguna terdaftar dapat memverifikasi dan menambahkan data.

Peran Perempuan di Lintas Benua: Penghidupan dan Bentang Alam

Kita harus peduli terhadap perempuan di wilayah pedesaan.

Salah satunya karena peran perempuan mengisi seperempat populasi dunia. Di negara berkembang, perempuan mengisi hampir separuh tenaga kerja pertanian, dan bertanggungjawab atas produksi dan penyiapan makanan bagi keluarga. Mereka adalah barisan kunci bagi keamanan pangan global.

Perempuan tidak hanya menjadi jalan penting bagi keberhasilan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, kata Bimbika Sijapati Basnett, Koordinator Jender Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Bahkan kesetaraan jender merupakan sebuah tujuan tersendiri.

(Visited 111 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org
Topik :   Restorasi Deforestasi Kebakaran hutan & lahan Bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Lahan Gambut Jender
Lebih lanjut Restorasi or Deforestasi or Kebakaran hutan & lahan or Bentang alam or Tujuan Pembangunan Berkelanjutan or Lahan Gambut or Jender
Lihat semua