Video

Hutan dan energi: Apa hubungannya?

Wawancara dengan Dirjen Peter Holmgren dan Ilmuwan Himlal Baral.
Bagikan
0

Bacaan terkait

Apa keterkaitan antara hutan dan energi? Editor Kabar Hutan Leona Liu bertanya pada Peter Holmgren, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), dan Himlal Baral, Ilmuwan Program Hutan dan Lingkungan CIFOR bertepatan dengan  Hari Hutan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa,  21 Maret 2017.

Hari ini kita merayakan perhelatan istimewa Hari Hutan Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa. Tema tahun ini adalah ‘Hutan dan Energi’. Apa kaitannya?

Peter Holmgren (PH): Bagi saya cukup jelas, bila kita melihat sumber energi – khususnya bioenergi – akan sangat terkait dengan hutan. Dalam bioenergi, proporsi terbesar tentu saja berasal dari biomassa kayu dari hutan, dari pohon, dan dari residu pertanian lain. Secara keseluruhan, hampir 10% campuran energi dunia berasal dari berbagai bentuk bioenergi. Fakta ini menjadikan hutan dan pepohonan merupakan bagian utama dari sistem energi.

Bagaimana kondisi bioenergi hari ini? Dan bagaimana penerapannya?

Himlal Baral (HB): Bioenergi berbasis hutan secara konstan telah berubah. Persentase penduduk dunia yang menggunakan kayu untuk memasak dan memanaskan masih besar, dan ini merupakan pemakaian yang terbesar. Di samping itu, hutan juga telah dimanfaatkan sebagai penghasil listrik.

Menurut pandangan Anda, apakah bioenergi sesuai dengan agenda restorasi global?

PH: Pertama saya pikir masih terlalu dini berbicara tentang agenda restorasi global. Restorasi lebih merupakan sesuatu yang harus terjadi secara lokal. Dan tentu saja, dalam agenda restorasi lokal, energi, seperti yang telah dinyatakan Himlal, banyak masyarakat dan keluarga bergantung pada bioenergi dari hutan dan pohon di dalam keseharian mereka. Oleh karena itu, memastikan bahwa suplai bioenergi dari bentang alam adalah salah satu upaya restorasi bersifat lestari.

Kita perlu menjamin bioenergi berkelanjutan tersedia bagi bentang alam dan masyarakat yang bergantung padanya. Dan kedua, ketika kita merestorasi bentang alam kita mencoba mengelolanya secara berkelanjutan. Dan untuk melakukan itu, kita perlu mengakui bahwa bioenergi hutan adalah produk sampingan dari banyak hal lain yang kita hasilkan di bentang alam. Karenanya, kita tidak seharusnya memandang bioenergi sebagai penanaman tunggal atau monokultur pohon yang akan dijadikan sebagai energi. Kita seharusnya memandang bioenergi sebagai bagian dari gabungan manfaat yang kita peroleh dari bentang alam.

Kita perlu menjamin bioenergi lestari tersedia bagi bentang alam dan masyarakat yang bergantung pada hutan.

Peter Holmgren, Direktur Jenderal CIFOR

Penelitian apa yang tengah dilakukan CIFOR di sektor bioenergi?

HB: Kami meneliti berbagai isu terkait bioenergi, khususnya aspek sosial, ekonomi dan lingkungan dalam produksi dan pengembangan bioenergi di berbagai belahan dunia. Di sub-Sahara Afrika misalnya, kami khusus meneliti rantai nilai kayu bakar dan arang serta dampaknya terkait lingkungan. Di Indonesia, kami memetakan kebijakan bioenergi dalam pengembangan energi berbasis kayu serta pengembangan bioenergi berbasis sawit. Kami juga mengeksplorasi bioenergi – bagaimana bioenergi dapat diintegrasikan sebagai bagian dari tujuan restorasi bentang alam, seperti dinyatakan Peter sebelumnya.

Menurut opini Anda, ada perkembangan terbaru dalam bioenergi yang menarik untuk diikuti saat ini?

PH: Satu hal yang kita banyak baca pada beberapa hari belakangan ini adalah peluang pembuatan bahan bakar pesawat dari biomassa dan biomassa kayu. Tentu saja ini perkembangan sangat menarik, karena banyak emisi dihasilkan transportasi udara. Dan jika kita dapat menyediakan bahan bakar bukan dari sumber fosil, tetapi langsung dari vegetasi, ini bisa menjadi jalan besar mencapai tujuan kita. Pada saat bersamaan, kita perlu berhati-hati agar tidak menciptakan alasan lain terus melakukan perjalanan udara sesering saat ini, karena hal ini tidak hanya mengganti emisi kita saat ini dengan sesuatu yang lain, ini juga merupakan soal penurunan keseluruhan emisi.

Di Indonesia, penelitian CIFOR memetakan kebijakan bioenergi dalam pengembangan energi berbasis kayu serta pengembangan bioenergi berbasis sawit.

Himlal Baral

Bagaimana kita meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, penelitian dan masyarakat sipil untuk meningkatkan pengembangan bioenergi dalam konteks pendekatan bentang alam?

PH: Kita tidak boleh melihat isu energi secara terisolasi. Ketika kita berbicara mengenai bioenergi khususnya, kita berbicara mengenai sistem terintegrasi dengan sektor pangan, dengan isu pembangunan desa, dan juga perubahan iklim, selain tata kelola hutan secara lebih luas. Jadi kita perlu menemukan cara bekerja secara terintegrasi terkait bioenergi. Wahana yang baik adalah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Untuk menjawab kebutuhan pendekatan terintegrasi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, CIFOR – bersama para mitranya – telah mendirikan Forum Bentang Alam Global, di sini para mitra dari beragam sektor dan beragam kepentingan berkumpul. Dan energi jelas merupakan bagiannya.

Forum ini juga menghubungkan sektor lain, seperti air. Kita tidak seharusnya melihat bioenergi hanya semata energi dari hutan, kita perlu melihat hutan sebagai perlindungan daerah aliran sungai untuk bendung pembangkit listrik, sebuah fungsi lain yang secara tidak langsung menghubungkan hutan dan energi. Masih banyak hubungan lain bisa dibangun, dan kuncinya adalah kita tidak perlu takut menghadapi kompleksitas integrasi lintas sektor. Kita seharusnya merengkuh peluang itu.

Terima kasih banyak Peter, Terima kasih Himlal. Dan terima kasih telah menyaksikan kami di Kabar Hutan bertepatan dengan Hari Hutan Dunia.

(Visited 57 times, 1 visits today)
Riset ini merupakan bagian dari penelitian CGIAR tentang Hutan, Pepohonan dan Agroforestri.
Kebijakan Hak Cipta:
Kami persilahkan Anda untuk berbagi konten dari Berita Hutan, berlaku dalam kebijakan Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC BY-NC-SA 4.0). Peraturan ini mengijinkan Anda mendistribusikan ulang materi dari Kabar Hutan untuk tujuan non-komersial. Sebaliknya, Anda diharuskan memberi kredit kepada Kabar Hutan sesuai dan link ke konten Kabar Hutan yang asli, memberitahu jika dilakukan perubahan, termasuk menyebarluaskan kontribusi Anda dengan lisensi Creative Commons yang sama. Anda harus memberi tahu Kabar Hutan jika Anda mengirim ulang, mencetak ulang atau menggunakan kembali materi kami dengan menghubungi forestsnews@cgiar.org
Topik :   Perubahan Iklim Bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Lebih lanjut Perubahan Iklim or Bentang alam or Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Lihat semua